Sumedang Resmikan “Dapur Harapan” SPPG untuk Lawan Stunting
FAJARNUSANTARA.COM- Pemerintah Kabupaten Sumedang meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Pamulihan sebagai upaya konkret mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mempercepat penurunan angka stunting.
Pemerintah Kabupaten Sumedang memperkuat komitmennya dalam membangun generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045 dengan meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dusun Boma, Desa Pamulihan, Kecamatan Pamulihan, Rabu (30/7).
Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir meresmikan langsung dapur gizi tersebut, yang dibangun oleh Yayasan Manunggal Jiwa Sejahtera sebagai bagian dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ini bukan dapur biasa, tapi Dapur Harapan, tempat diraciknya cinta dan kepedulian menjadi sajian bergizi untuk masa depan anak-anak kita,” kata Dony saat meninjau dapur SPPG usai peresmian.
Dony menegaskan, pemenuhan gizi sejak dini berdampak besar terhadap tumbuh kembang anak secara fisik, mental, dan intelektual.
“Islam mengajarkan kita untuk tidak meninggalkan generasi yang lemah. Ini bagian dari upaya kita memastikan generasi mendatang tumbuh kuat,” ujarnya.
Ia juga menyebut Pemkab Sumedang telah membentuk Satuan Tugas percepatan pembangunan dapur gizi dan dashboard pemantauan harian.
“Saat ini baru 17 persen siswa yang terlayani. Kita ingin Sumedang menjadi yang tercepat, terbaik, dan berbeda,” kata Dony.
Sementara itu, Perwakilan Yayasan Manunggal Jiwa Sejahtera, Yeti Mulyati, mengatakan bahwa sejak 7 Juli 2025, dapur SPPG sudah memproduksi lebih dari 3.700 porsi makanan bergizi untuk ibu hamil, menyusui, balita, dan anak sekolah.
“Dapur gizi ini berdampak strategis, tidak hanya di bidang kesehatan, tapi juga pendidikan, ketahanan pangan, dan ekonomi lokal,” kata Yeti.
Meski demikian, Yeti mengungkapkan masih ada kendala, terutama soal akses jalan dan penerangan menuju lokasi distribusi.
Menanggapi hal itu, Bupati Dony merespons dengan nada santai namun serius,
“Pilih salah satu dulu, jalan atau lampu. Tapi insyaallah akan kita upayakan keduanya.”
Ia juga menyoroti posisi strategis SPPG Pamulihan yang berada di tepi tol. “Ini bisa kita kembangkan menjadi wisata edukatif dengan plang besar yang terlihat dari jalan tol,” tutupnya.**







