Pemerintahan

Spektakuler! Indonesia dan Tiongkok Tandatangani Kesepakatan Energi Bersih di Beijing!

FAJARNUSANTARA.COM- Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, tengah menjalani kunjungan kerja yang sangat penting ke Tiongkok. Di dalam rangkaian kunjungan tersebut, Presiden Jokowi turut menyaksikan perjanjian historis antara PT PLN (Persero) dengan sembilan perusahaan terkemuka dalam sektor energi bersih asal Tiongkok.

Kesepakatan ini menjadi fokus utama dalam kerja sama pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia, dan peristiwa ini berlangsung dalam Indonesia-China Business Forum (ICBF) di Beijing, Tiongkok.

Selain dua Memorandum of Understanding (MoU) yang disaksikan langsung oleh Presiden Jokowi, PT PLN (Persero) juga menandatangani tujuh MoU lainnya, yang melibatkan The Export-Import Bank of China, Sinosure, Bank of China, Industrial and Commercial Bank of China, State Development & Investment Corp. Ltd, Huawei Tech Investment, dan China Energy International Group.

Keseluruhan kerja sama ini memiliki nilai valuasi yang mengesankan, mencapai lebih dari 54 miliar Dolar Amerika Serikat.

Presiden Jokowi, dalam sambutannya, mengungkapkan tujuan kunjungannya ke Beijing adalah untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok, dengan tiga isu prioritas, yaitu ekspor, investasi, dan ketahanan pangan, sebagai pilar utama dalam pembicaraan.

“Sejumlah isu prioritas yang akan kita bahas dengan Tiongkok antara lain peningkatan ekspor Indonesia, peningkatan investasi, dan pembangunan ketahanan pangan,” ungkap Presiden Jokowi.

Baca Juga :  PLN Salurkan Bantuan dan Percepat Pemulihan Listrik bagi Warga Terdampak Banjir Aceh

Peran utama PT PLN (Persero) dalam meningkatkan investasi antara Tiongkok dan Indonesia dalam sektor energi merupakan langkah strategis untuk mendukung komitmen pemerintah Indonesia dalam mempercepat transisi energi di negara ini.

Salah satu poin utama dalam perjanjian ini adalah MoU antara PLN dengan State Grid Corporation of China (SGCC) dan Trina Solar China dalam pengembangan smart grid yang akan menjadi tulang punggung utama jaringan energi bersih di Indonesia.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, yang turut mendampingi Presiden Jokowi di forum China-Indonesia Business Forum 2023 di Beijing, sangat optimis dengan kolaborasi ini dan melihatnya sebagai langkah penting dalam memperkuat hubungan antarpihak.

Darmawan menjelaskan, kerja sama dengan SGCC adalah langkah konkret dalam mendukung transisi energi yang ambisius.

“PLN berharap melalui kerja sama ini, SGCC dan PLN dapat saling memperkuat satu sama lain. Bersama-sama, kita akan membangun jalur transmisi supergrid yang ramah lingkungan, smart grid, dan memperluas kemitraan ke depan,” ujar Darmawan.

Baca Juga :  PLN Meriahkan Peringatan Hari Guru di Sumedang, Dorong Pemanfaatan Layanan Digital

Kerja sama PLN dengan SGCC juga akan mencakup studi bersama dalam pemanfaatan energi terbarukan, penyimpanan tenaga listrik, integrasi jaringan listrik, serta pengelolaan jaringan cerdas untuk meningkatkan sistem tenaga listrik yang handal, berkualitas, dan ekonomis.

Namun, PLN tidak hanya terbatas pada kerja sama dengan SGCC, karena perusahaan energi asal Tiongkok lainnya, yaitu Trina Solar, juga menjadi mitra penting dalam rencana pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa, melalui PLN Indonesia Power Renewables, melakukan joint venture dengan Trina Solar, Sinar Mas, dan Agra Surya Energi untuk membangun pabrik sel dan panel surya terbesar se-Indonesia di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah.

“Trina Solar ini perusahaan terkemuka dengan teknologi masa depan. Bersama-sama, kami telah meluncurkan joint venture manufaktur Solar PV. Kami akan memperluas kapasitas dan produksi untuk memasok pasar Solar PV skala besar di Indonesia,” jelasnya.

Darmawan melanjutkan, pembangunan pabrik Solar PV di Kendal menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat yang diperjuangkan oleh PLN untuk memaksimalkan potensi energi surya di Indonesia, yang sangat besar dan mencapai 207 Gigawatt (GW).

“Kerja sama semacam ini diharapkan akan mempercepat skenario transisi energi yang ambisius yang digariskan oleh pemerintah Indonesia, dengan target 75 persen penambahan kapasitas energi berasal dari energi terbarukan dan sisanya dari gas alam pada tahun 2040,” katanya.

Baca Juga :  Wagub Jabar Terima Penghargaan Nasional atas Penurunan Stunting Tertinggi

Lalu, Kesepakatan ini juga menegaskan komitmen PLN dalam mendukung pemerintah yang aktif mengundang investasi di sektor energi baru terbarukan di Indonesia.

Darmawan menutup dengan kata-kata optimis, Forum seperti ini menandai perubahan besar. Dari yang sebelumnya terpecah-pecah, kita menjadi satu kesatuan. Ini sekaligus memberi kita keyakinan, apapun tantangannya, kita akan terus bergerak maju demi masa depan yang lebih baik.

Forum China-Indonesia Business Forum ini merupakan bagian dari The Third Belt and Road Forum for International Cooperation (BRF) yang digagas oleh Chamber of Commerce Committee Tiongkok.

Kendati demikian, BRF bertujuan menjalin kolaborasi global yang meliputi konsultasi ekstensif, kontribusi bersama yang menguntungkan, menjalin kerja sama terbuka, hijau, bersih, dan berstandar tinggi untuk meningkatkan kehidupan masyarakat dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

“Kesepakatan hari ini menjadi tonggak sejarah dalam arah perjalanan Indonesia menuju ketahanan energi yang lebih berkelanjutan dan hijau,” pungkasnya.***

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button