
FAJARNUSANTARA.COM,- Seminar Mini Investasi Emas yang bertajuk “Nonton Konser Tanpa Cemas Utamakan Investasi Emas” di Aula Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang.Jumat 16 Juni 2023.
Dengan Narasumber langsung oleh Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMi) Isal Saeful Rohman serta Kepala Cabang PT.Pegadaian Tanjungsari Dede Iswandi.
Sementara menurut Kepala Cabang (Kacab) PT.Pegadaian Cabang Tanjungsari, Dede Iswandi, menyampaikan, kabar gembira bahwa hari ini telah sukses diselenggarakan seminar investasi emas.
Melalui acara ini, kami mengundang masyarakat yang ingin mempersiapkan masa depan mereka dengan harga saat ini, agar kita dapat bersiap-siap menghadapi masa tua. Pegadaian siap memfasilitasi investasi emas bagi masyarakat.
Investasi emas ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk membeli emas logam mulia di Pegadaian, baik melalui sistem pembayaran dicicil atau diangsur, maupun dengan cara menabung emas.
Masyarakat hanya perlu membawa uang tunai minimal 10.000 rupiah, yang nantinya akan dimasukkan ke dalam rekening dan dikonversikan menjadi saldo emas dengan berat gram yang sesuai.
“Salah satu keuntungannya adalah perlindungan dari inflasi,” ujar Kacab Pegadaian Tanjungsari Didi Iswandi usai pelaksanaan seminar di Aula Kecamatan Jatinangor.
Harga emas cenderung naik dari waktu ke waktu, berbeda dengan nilai uang yang cenderung menurun akibat inflasi. Sebagai contoh, jika saat ini kita memiliki uang sebesar 5 juta rupiah, dalam 2 tahun ke depan, nilai uang tersebut akan berkurang.
Namun, jika kita berinvestasi emas sebesar 5 juta rupiah, meskipun nilainya tetap 5 gram, nilai emas tersebut dapat lebih dari 5 juta rupiah.
Selain investasi emas, Pegadaian juga menawarkan beragam produk lainnya, termasuk gadai emas, gadai kendaraan, pembiayaan barang elektronik, serta pembiayaan usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Untuk KUR, Pegadaian dapat memberikan pembiayaan maksimal hingga 10 juta rupiah. Selain itu, Pegadaian juga menyediakan pembiayaan kendaraan, seperti motor atau mobil.
Hari ini, Cabang Tanjungsari Pegadaian telah membuka tiga wilayah bank cabang, yaitu Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung. Selain itu, wilayah Jatinangor juga menjadi bagian dari cakupan layanan, walaupun unitnya berada di Sayang.
Peserta seminar ini tidak hanya berasal dari Jatinangor, tetapi juga dari Jalan Syariah, Cileunyi, dan daerah sekitarnya.
Dalam kesempatan ini, Dede Iswandi juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya pinjaman yang tidak masuk akal dan membebani masyarakat, di mana jumlah yang harus dikembalikan jauh lebih besar daripada pinjaman yang diterima.
Pegadaian berkomitmen untuk membantu masyarakat agar terhindar dari pembiayaan semacam itu, termasuk rentenir yang merugikan.
Selain itu, Pegadaian juga memberikan pembiayaan usaha yang sangat terjangkau melalui KUR. Syaratnya pun sangat sederhana, yaitu memiliki usaha, fotokopi KTP suami istri, kartu keluarga, buku nikah, dan surat keterangan usaha dari desa.
“Bagi warga yang pengin ke pegadaian silahkan kami terbuka untuk warga masyarakat khususnya jatinangor,” tandasnya.
Terakhir Dede menyampaikan, siapa saja yang membutuhkan tambahan modal kerja misalkan yang pengen membeli kendaraan bisa langsun datang ke pegadaian dan insyaallah pegadaian memberikan bantuan.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sumedang, Isal Saeful Rohman, mengungkapkan bahwa Pegadaian, khususnya di Kabupaten Sumedang, menjadi solusi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
“Investasi emas menjadi fokus utama dalam zaman ini, di mana nilainya tidak terpengaruh oleh inflasi,” ujarnya.
Isal mengajak masyarakat, terutama para pengusaha muda, untuk memanfaatkan situasi saat ini yang menggalakkan pemasaran digital.
Uang digital semakin berkembang pesat, dan uang tunai kemungkinan akan semakin tergantikan. Oleh karena itu, investasi emas menjadi solusi yang tepat.
Keberadaan Pegadaian sangat membantu dalam menghadapi perubahan dan transformasi di era modern ini.
Isal berharap agar sosialisasi investasi emas dilakukan tidak hanya di Tanjung Sari, tetapi juga di setiap kecamatan dan bahkan pelosok, agar semua orang dapat berinvestasi dan mencapai perbaikan di masa depan.(smbs)**