AgamaDaerahPendidikan

Relawan Inspirasi Rumah Zakat Konsisten Dampingi Kegiatan Magrib Mengaji

FAJARNUSANTARA.COM, SUMEDANG – Relawan Inspirasi Rumah Zakat, konsisten dalam melakukan pendampingan pelaksanaan Magrib Mengaji di Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat. Seperti halnya dilakukan di Masjid AT-Taubah Dusun Sindangjaya RT 01 RW 03 Desa Kertamukti Kecamatan Tanjungmedar pada Senin (9/11) kemarin.

Salah seorang Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Dudun Durohim menyampaikan bahwa dari waktu ke waktu, antusiasme peserta mengaku yang merupakan anak-anak itu, semakin ramai. Dan ramainya kegiatan ini, kata Dudun, tak lepas dari peran para orangtua.

Baca Juga :  Antisipasi Bencana, Bupati Sumedang Kukuhkan Destana di Desa Jatiroke

“Mereka (orangtua), ikut mendorong anak-anaknya untuk mengikuti Magrib Mengaji. Para orangtua merasa khawatir akan masa depan anak-anaknya. Mengingat sekarang ini anak-anak lebih banyak bermain hanphone (HP) dan nonton siaran televisi. Mengingat juga akan dampak psikologis anak jadi temperamen, mata buram dan juga lebih senang menyendiri,” kata Dudun kepada Fajarnusantara.com.

Disebutkan Dudun, kegiatan yang dilaksanakan setiap bada Magrib itu, kini diikuti tidak kurang dari  17-20 orang santri. Sedangkan pada awal pelaksanaanya hanya diikuti sekitar 5-10 orang saja.

Baca Juga :  Menjadi Pengelola SAKIP Terbaik, Lima Desa Dapat Bankudes 100 Juta Rupiah

“Selain diajarkan baca tulis Alquran, ada hapalan surat-surat pendek, doa-doa, juga siroh nabawiah, yang tujuannya agar santri lebih mengenal perjuangan rasulullah serta sahabatnya dalam penyebaran Agama Islam,” jelasnya.

“Adapun tujuan diadakan Magrib Mengaji, tidak lain adalah satu bentuk kontribusi nyata Rumah Zakat melalui relawannya yang terus bersinergi dengan program-program pemerintah dalam rangka turut serta mencerdaskan anak bangsa. Pandemi covid-19 yang belum berakhir menjadikan anak-anak tidak bisa sekolah secara offline, sehingga anak-anak lebih banyak bermain HP, nonton TV. Tentu ini sangat mengkhawatirkan bagi tumbuh kembang anak-anak di masa depan,” tukasnya.

Baca Juga :  Sukses Jadi Tuan Rumah MTQ ke 37, RinSo Apresiasi Khafilah Sumedang

Sementara itu salah seorang wali santri, Maman, mengaku bahwa dirinya merasa khawatir tentang perkembangan pendidikan anaknya.

“Saya sangat khawatir dengan pendidikan anak saya kalau terus-terusan begini. Semoga dengan adanya kegiatan ini, bisa terus Istiqomah, sehingga bisa meminimalisir dampak buruk dari pandemi ini,” harapnya. (**)

Selengkapnya
Back to top button