DaerahPolitik

Kepada RinSo, Warga Cipanas Harapkan Bantuan Modal Usaha Bata Merah dan Opak

FAJARNUSANTARA.COM, SUMEDANG – Bantuan permodalan untuk percetakan bata merah dan produksi olahan makanan opak, tengah dibutuhkan warga Desa Cipanas Kecamatan Tanjungkerta Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat.

Hal itu, disampaikan tokoh masyarakat serta pemuda kepada Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, H Ridwan Solichin, S.Ip, M.Si, dalam Agenda Reses I Tahun Sidang 2020-2021 di RT 03 RW 07 Dusun Sindang Taman Desa Cipanas, Selasa (10/11).

Menurut dewan provinsi yang juga Sekretaris Fraksi PKS Jabar itu, apapun aspirasi warga dalam agenda reses, akan dicacat dan diperjuangkannya. Sebab kata Kang RinSo -sapaan akrab- Ridwan Solichin, reses ini sama halnya dengan musrenbang.

Baca Juga :  Ini Kronologi Kecelakaan Maut Bus Wisatawan Asal Jatinangor yang Menewaskan 4 Orang

“Ya, alhamdulillah saya reses di Desa Cipanas Kecamatan Tanjungkerta, adapun hasilnya tadi, adalah permohonan dari masyarakat untuk mendapatkan bantuan permodalan dalam usaha yang ada di sekitar Desa Cipanas ini. Diantaranya ada percetakan batu bata merah, peternakan seperti domba, sapi dan juga kerajinan opak,” katanya.

Disamping itu, Dewan Provinsi Dapil XI yang meliputi Kabupaten Sumedang, Majalengka dan Subang (SMS) ini, juga tak henti-hentinya mengingatkan warga dalam menjalankan protokol kesehatan covid-19. Dan pada kesempatan itu juga, Kang RinSo, memberikan bantuan masker kain untuk digunakan masyarakat saat beraktivitas di luar rumah.

Baca Juga :  Sumedang Menjadi Penyangga Cabe Tingkat Nasional

Seperti halnya dalam agenda resesnya itu, juga tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, jaga jarak dan juga mencuci tangan menggunakan sabun. Begitu juga pada reses di tengah pandemi covid-19 ini, pesertanya dibatasi, dengan jumlah mencapai 25 orang.

Baca Juga :  Bus Wisatawan Asal Jatinangor Masuk Jurang di Tasikmalaya, 3 Orang Meninggal Dunia

“Reses provinsi ini seharusnya 175 orang setiap kali reses di satu titik. Hanya saja dalam kondisi pandemi ini, kita dibatasi tidak boleh lebih dari 25 orang. Sehingga reses kali ini (ditengah pandemi, red) kita sederhana. Yang penting kita dihadiri tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh ulama lainnya yang ada. Mudah-mudahan ini mewakili dari 175 orang yang memang seharusnya diwakili peserta reses lainnya,” tuturnya, seraya menyebutkan bahwa reses provinsi ini digelar hingga tanggal 16 November 2020. (**)

Selengkapnya
Back to top button