FAJARNUSANTARA.COM- Hujan deras yang mengguyur berlangsung lama telah menyebabkan sebagian wilayah di kecamatan Ujungjaya, kabupaten Sumedang terendam banjir akibat luapan sungai Cipelang.
Dalam upaya memprioritaskan keselamatan warga dari potensi bahaya listrik, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat melalui PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumedang menghentikan sementara pasokan listrik di beberapa wilayah terdampak.

Hal tersebut disampaikan Susiana Mutia, General Manager Distribusi Jawa Barat saat dikonfirmasi fajarnusantara.com mengatakan bahwa pihaknya, terus memantau situasi banjir ini dan mengambil langkah preventif dengan menghentikan sementara pasokan listrik di wilayah terdampak untuk menjaga keselamatan warga dari risiko tersengat arus listrik.
“Hingga Minggu malam (pukul 18.53 WIB), sebanyak 76 gardu listrik yang melayani kurang lebih 10 desa dengan total 15.880 pelanggan masih dalam keadaan padam karena tingginya debit air,” ujarnya.
Susiana menambahkan bahwa pihak PLN telah menyiapkan langkah-langkah darurat untuk mengatasi situasi ini dan akan segera melakukan perbaikan begitu banjir surut.
“Kami telah mempersiapkan material dan personel yang diperlukan untuk memperbaiki jaringan listrik begitu kondisinya memungkinkan,” tambahnya.
Selain itu, Susi juga mengingatkan kepada masyarakat yang terkena dampak banjir untuk mematikan MCB dan mencabut semua perangkat elektronik yang masih terhubung dengan listrik.
“Usahakan untuk mengamankan perangkat elektronik yang masih bisa diselamatkan atau dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi. Jika ada aliran listrik yang masih menyala di sekitar rumah Anda, segera laporkan kepada kami melalui PLN terdekat atau aplikasi PLN Mobile,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menyamapaikan bahwa, saat ini, kami juga tengah mempersiapkan bantuan yang akan disalurkan melalui Yayasan Baitul Maal (YBM PLN). Semoga besok atau paling lambat dalam waktu dekat, bantuan tersebut bisa sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
“PLN terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait seperti BPBD, TNI/Polri, serta pemerintah kecamatan dan desa dalam upaya penanganan dan pemulihan pasokan listrik kepada masyarakat,” pungkasnya.*







