
FAJARNUSANTARA.COM- Apep Mulyadi, petani asal Sumedang Selatan, berhasil mengembangkan budidaya cabai jenis Tanjung di lahannya seluas dua hektar. Dimulai dari garapan kecil seluas 50 bata, kini Apep mampu menghasilkan puluhan ton cabai dalam sekali panen dan menjadi pemasok untuk pasar-pasar besar, termasuk Pasar Caringin.
Apep, warga Bumi Asri Ragadiem, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan, menuturkan bahwa ia mulai mengenal cabai Tanjung pada tahun 2013. Selasa 5 November 2024.
“Awalnya, banyak tantangan yang saya hadapi, mulai dari gagal panen hingga harga yang sangat rendah, yang membuat kami mengalami kerugian,” ujarnya.
Meski begitu, Apep tidak menyerah. Berkat keuletan dan kerja kerasnya, ia berhasil mendapatkan hasil panen yang melimpah dengan harga jual yang tinggi.
“Dengan ketelatenan, akhirnya saya bisa menghasilkan panen yang bagus dan berkualitas. Cabai Tanjung ini memang istimewa, tapi tidak mudah ditanam. Ia butuh dataran yang cocok dan iklim yang hangat,” jelasnya.
Menurut Apep, cabai Tanjung tidak dapat tumbuh di sembarang tempat. Di dataran tinggi, tanaman ini cenderung sulit berkembang. Begitu juga di dataran rendah yang terlalu panas, cabai ini memerlukan suhu yang hangat dan sejuk.
“Alhamdulillah, saya bisa berhasil bersama rekan-rekan petani lainnya di wilayah Sumedang Selatan. Dalam satu hektar lahan, kami bisa menghasilkan lebih dari 20 ton cabai Tanjung. Ini semua berkat kesabaran dan ketelatenan dalam merawat tanaman,” lanjut Apep.
Ketekunan Apep dalam bertani cabai dimulai sejak ia lulus kuliah dan memutuskan untuk terjun langsung ke lapangan. Kini, setelah sekitar 12 tahun mengembangkan cabai Tanjung, Apep merasa bertani adalah pilihan yang tepat.
“Saya tidak ingin bekerja di tempat lain lagi. Dengan bertani, saya bisa meraih kesuksesan. Yang penting adalah kemauan untuk tekun dan telaten, maka hasilnya akan memuaskan,” pungkasnya.***







