DaerahKomunitas

Peringati Sumpah Pemuda, Gemsem Tanam 500 Bibit Pohon di Bukit Pangangonan

FAJARNUSANTARA.COM, SUMEDANG –  Masih dalam rangka Hari Sumpah Pemuda, 20 pemuda dan pemudi yang menamakan diri sebagai Generasi Muda Warung Asem (Gemsem), memperingatinya dengan kegiatan positif.

Mereka, melakukan penanaman 500 bibit pohon di tanah desa, yang berada di Bukit Pangangonan Legok Nangka Desa Tanjungmekar Kecamatan Tanjungkerta Kabupaten Sumedang, Sabtu (31/10).

Kegiatan ini, diawali dengan jalan kaki dari wilayah pemukiman warga hingga naik ke bukit dengan jarak sekitar 5 kilometer. Sampai di lokasi, para pemuda-pemudi ini, melakukan seremoni pembukaan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pembacaan Sumpah Pemuda dan pembacaan ayat suci Al-Quran sekaligus doa.

Baca Juga :  Korban Kecelakaan Maut Bus Wisatawan Jatinangor : 3 Meninggal, 1 Belum Ketemu, Supir Menyerahkan Diri

Penanaman pohon itu, pun dilakukan secara serentak. Dan dalam kesempatan itu pula, mereka melengkapi kegiatan ini dengan menggelar diskusi literasi. Dimana dalam agenda ini, dihadiri juga pemantik diskusi, penulis dan pegiat Literasi, Kang Agus Susilo Saefullah, M. Pd dari Komunitas Rumah Literasi Creativa.

Baca Juga :  Sumedang Juara ke-6 Pada MTQ ke-37 Tingkat Provinsi Jawa Barat

Sementara itu, Asep Dedi selaku penggerak Pemuda Gemsem, mengungkapkan bahwa pemuda-pemudi ini sangat antusias dalam kegiatan sosil itu.

“Kami berharap ini menjadi pengikat silaturahim anak-anak, dihimpun, dibina dan diberi kesempatan seluas-luasnya, dalam mengekspresikan ke-Indonesiaan mereka dengan aksi nyata, yaitu produktif di desa sendiri,” katanya.

Baca Juga :  Disnakertrans Sumedang Sosialisasikan UU Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja

Selain itu, tokoh muda senior lainnya yang turut hadir dalam kegiatan, Ipid Abdul Hafid mengapresiasi langkah yang dilakukan para Pemuda Gemsem itu.

“Anak-anak itu aktif. Hanya saja keaktifan mereka perlu diarahkan dan diwadahi agar bernilai produktif serta menjauhkan mereka dari lingkungan yang membahayakan secara aqidah dan kebangsaan,” ungkapnya. (dd)

Selengkapnya
Back to top button