Penuhi Kebutuhan Industri Modern, Jurusan TBSM SMK Muhammadiyah II Kadungora Garut Siap Cetak Lulusan Siswa BMW
Siap Mengawal Lulusan Siswa menjadi BMW (Bekerja, Melanjutkan, Wirausaha)

FAJARNUSANTARA.COM, Garut — Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK merupakan satuan pendidikan yang menyelenggarakan program pendidikan kejuruan secara khusus.
Penyelenggaraan pendidikan SMK yang mengutamakan penguasaan keahlian terapan tertentu (vokasi), SMK menjadi pilihan bagi siswa yang ingin menekuni suatu bidang tertentu.
Seiring berkembangnya zaman, sekolah-sekolah SMK terus meningkatkan kualitas pendidikan dengan melakukan beragam inovasi.
Salah satunya adalah SMK Muhammadiyah II Kadungora, yang berlokasi di Jalan Raya Kadungora Nomor 28, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.
Guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri modern, SMK yang berdiri sejak 2011 itu tengah melakukan berbagai langkah inovasi.
Mulai dari pengelolaan internal sekolah, pengembangan jurusan dan memperluas jaringan kerjasama dengan berbagai industri.
Kemudian, inovasi penyesuaian kurikulum yang mengikuti kebutuhan industri, sehingga menghasilkan lulusan yang sudah memiliki keahlian dan siap kerja.
Tidak hanya itu, SMK Muhammadiyah II juga terus berupaya mengikuti berbagai perkembangan informasi kekinian tentang penyelenggaraan pendidikan kejuruan hingga studi banding/komprasi ke lembaga pendidikan lain yang dinilai memiliki keunggulan yang dapat diadopsi untuk diterapkan.
Seperti belum lama ini, SMK Muhammadiyah II Kadungora melakukan kunjungan studi banding ke SMK Al Falah
Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya.

Kepala Sekolah Muhammadiyah II Kadungora, Dadang Faizal, menuturkan, kegiatan studi banding tersebut bertujuan untuk menggali berbagai ilmu dan pengetahuan dalam pengelolaan sekolah dan pengembangan jurusan.
SMK Al Falah tersebut dipilih sebagai tujuan studi banding dikarenakan di sekolah itu terdapat jurusan yang sama, yaitu, Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM). Yang kebetulan saat ini sudah menjalin kemitraan bersama salah satu industri sepeda motor besar di Indonesia, Yamaha.

Jajaran SMK Muhammadiyah II Kadungora itu, disambut langsung oleh Kepala Sekolah SMK Al Falah Tanjungjaya Asep Iman Ruyani beserta jajaran Wakil Kepala Sekolah Setempat.
“Ini merupakan silaturahmi sesama SMK yang mempunyai Jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM). Kami ingin menggali ilmu dan pengalaman dari SMK Al Falah dalam mengembangkan sekolah, terkhusus jurusan TBSM yang mempunyai kemitraan industri dengan Yamaha,” kata Dadang, baru-baru ini.
Selain itu, kata Dadang, pihaknya juga ingin memperbanyak pengetahuan tentang kerjasama kemitraan dengan industri.
“Sehingga kami mengagendakan sharing dan saran pandang (studi banding) yang sudah berjalan dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, lokasi kunjungan studi banding juga merupakan rekomendasi dari pihak Yamaha DDS II Jawa Barat.
“Kami ucapkan terima kasih juga kepada pihak Yamaha DDS II,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubdin SMK Muhammadiyah II Kadungora, Ukar Abdul Idris, mengatakan, selepas studi banding tersebut pihaknya sudah menyiapkan sejumlah rencana tindak lanjut.
Yang pertama, penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan industri. Dalam hal ini menyesuaikan dengan Kurikulum Yamaha sebagai mitra.
“Ke dua, penataan kembali internal di jurusan TBSM dengan standar industri,” kata Ukar.
Ke tiga, dalam bidang kewirausahaan, pihaknya akan mengagendakan sosialisasi kepada siswa dan atau orangtua siswa, dengan menghadirkan pihak Yamaha.
Lalu, ke empat, kata Ukar, jauh ke depan, pihaknya berencana ingin membuka dealer Yamaha sebagai unit bisnis sekolah dan tempat pembelajaran real siswa, pertama sebagai pembelajaran kewiruasahaan dan pembelajaran mekanik.
“Motto Juang sekaligus visi SMK Muhammadiyah adalah Progresif di mana sesuai dengan semangat ini kami siap mengawal lulusan siswa menjadi BMW, yaitu, Bekerja, Melanjutkan, Wirausaha sesuai dengan alur pemerintah,” ungkapnya.







