Sosial

Pengungsi Maybrat Papua Sudah Mendapat Jaminan Pemerintah dan Kembali Pulang

Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat Daya, Engelbertus Turot SP., M.Si, membantah kabar miring terkait pengungsian yang dialami rakyatnya. Sebagaimana diketahui, ribuan rakyat Kabupaten Maybrat melakukan eksodus karena ada teror dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayahnya.

Menurut Turot, jumlah pengungsi yang sudah balik lagi ke kampung halamannya mencapai 80 persen melalui 3 sampai 4 tahap. “Target penyelesaian pengungsi tahun ini sampai bulan Oktober mendatang,” katanya kepada sejumlah awak media saat kunjungan kerja di Pusat Pemerintahan Sumedang, Jum’at (4/8).

Adapun warga eksodus yang telah kembali di antaranya di Distrik Aifat Selatan, Aifat Selatan bagian timur dan daerah lainnya. “Sisa warga eksodus yang belum kembali ke kampung halamannya karena keterbatasan insfrastruktur jalan. Maka saat ini, Pj Bupati Maybrat tengah membangun sejumlah jalan dan upaya lainnya, demi target 100 persen warga eksodus kembali ke kampung halamannya,” katanya.

Menurutnya, kehadiran Penjabat (Pj) Bupati Maybrat, Dr. Bernhard Eduard Rondonuwu, S.Sos, M.Si., membawa dampak luar biasa bagi Kabupaten Maybrat.

“Memang salah satu target pak Bernhard ini adalah masyarakat pengungsi. Kita bekerja mulai Januari tahun lalu. Pak Bernhard kemudian berkoordinasi dengan DPR RI, pemerintah pusat dan Kementerian, sehingga saat ini persoalan pengungsi telah ditangani dengan baik,” ujarnya.

Ia memuji, berkat keseriusan, kerja keras dan kegigihan Pj Bupati Bernhard, kini sejumlah warga eksodus sudah kembali ke kampung halamannya, bahkan mendapat jaminan keamanan dari pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button