Pemetaan Kerawanan Pilkada Garut, Fokus Hingga 42 Kecamatan
FAJARNUSANTARA.COM- Jelang Pilkada 2024, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut tak mau kecolongan. Melalui Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Pemkab Garut menggelar rapat pemetaan kerawanan Pilkada di Aula Kantor Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Garut, Jumat (23/8/2024).
Rapat ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana.
Menurut Nurdin, rapat ini merupakan langkah awal untuk memastikan Pilkada yang dijadwalkan pada 27 November 2024 mendatang berjalan aman.
“Dinamika politik biasanya meningkat jelang Pilkada. Maka dari itu, deteksi dini terhadap potensi kerawanan menjadi sangat penting,” ujar Nurdin.
Dalam rapat tersebut, Nurdin mengungkapkan bahwa FKDM telah memetakan potensi kerawanan di 42 kecamatan. Namun, dengan personel yang hanya berjumlah 25 orang, Nurdin mendorong pembentukan FKDM hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
“Ini penting agar informasi bisa tersebar lebih efektif,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nurdin menginstruksikan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Garut untuk segera membentuk Forum Kewaspadaan Dini Pemerintah.
“Partnership antara pemerintah dan tokoh masyarakat dalam forum kewaspadaan sangat penting untuk menjaga kondusivitas Pilkada,” ujarnya.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Garut, Nurrodhin, menambahkan bahwa rapat ini juga merupakan tindak lanjut dari koordinasi dengan Kemenkopolhukam RI.
Ia menyebutkan, beberapa potensi kerawanan sudah diidentifikasi, termasuk pengurangan jumlah TPS dari 8.000 menjadi kurang dari 5.000, yang diperkirakan akan meningkatkan jumlah pemilih per TPS hingga 500 orang.
Selain itu, Nurrodhin menyoroti tantangan logistik yang mungkin muncul akibat Pilkada digelar pada musim hujan.
“Koordinasi yang baik sangat diperlukan agar distribusi logistik berjalan lancar,” ujarnya.
Dari sisi keamanan, Nurrodhin memperingatkan bahwa potensi kerawanan akan mulai meningkat sejak 27 Agustus 2024, saat pendaftaran bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Garut dimulai.
“Polarisasi dukungan terhadap calon harus dikelola dengan baik agar tidak terjadi konflik,” kata Nurrodhin.
Nurrodhin menegaskan, Pemkab Garut siap memfasilitasi penyelenggaraan Pilkada sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengajak semua pihak untuk menjaga kondusivitas.
“Mari kita dukung Pilkada dengan hadir pada saat pemungutan suara tanggal 27 November. Pilih calon yang terbaik untuk masa depan Garut,” pungkasnya.**







