
FAJARNUSANTARA.COM, Bandung – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Regol memfokuskan pengawasan pada prosedur pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih yang dikerjakan petugas pemutakhiran daftar pemilih untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
“Pantarlih (petugas pemutakhiran daftar pemilih) melakukan coklit kepada pemilih dengan jumlah pemilih sebanyak 6.0720 orang se-Kecamatan Regol. Di awal tahapan ini kami fokuskan ke pengawasan prosedur pencoklitan ,” kata Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Panwaslu Kecamatan Regol,Anton Ramli Putra , Selasa (03/7/2024).
Ia mengatakan, Panwaslu Kecamatan Regol juga mengerahkan semua jajarannya untuk pengawasan melekat.
“Kami instruksikan untuk melakukan pengawasan melekat kepada seluruh jajaran Pengawas. Tujuh Pengawas Kelurahan Desa mengawasi proses coklit melekat,” ujarnya.
Ia menambahkan strategi pengawasan Panwaslu Kecamatan Regol dalam pengawasan coklit, adalah dengan melakukan uji petik sebanyak sepuluh KK per hari hasil coklit dari petugas. Uji petik akan dimulai tanggal 29 Juni 2024 hingga 19 Juli 2024.
“Untuk daftar pemilih yang berkualitas, tanpa banyak masalah. Kami selain pengawasan melekat juga lakukan uji petik,” terangnya.
Pengawasan melekat menurutnya adalah agar tahapan dilaksanakan sesuai peraturan.
“Ini tujuannya untuk memastikan Pantarlih bekerja sesuai ketentuan peraturan yang berlaku. Sedangkan uji petik untuk memastikan bahwa semua warga Regol yang memenuhi syarat sebagai pemilih betul-betul sudah didatangi Pantarlih dan dicoklit. Serta masuk dalam daftar pemilih”, tambahnya.
Sementara Ketua Panwaslu Kecamatan Regol, Ramadhan Effendi juga menegaskan bahwa kehadiran pengawas dalam proses coklit adalah untuk memastikan daftar pemilih yang disusun KPU Kota Bandung disusun dengan prinsip prinsip penyusunan.
“Penting kami untuk hadir dan memastikan penyusunan daftar pemilih dilakukan sesuai prinsip, yakni antara lain komprehensif, valid, akurat, dan mutakhir,” tegasnya.