Meningkatkan Kemampuan Berbicara Peserta Didik Dengan Menggunakan Metode GUESSING GAME

Oleh : Muhammad Ilham Abdal Wali, S.Pd
Guru Bahasa Inggris MAN 1 Sumedang
Proses pembelajaran saat ini lebih menekankan pada keaktifan peserta didik atau biasa disebut dengan istilah student centered. Namun demikian untuk membuat peserta didik bersemangat dan termotivasi dalam belajar bukanlah hal yang mudah. Seorang pendidik dituntut untuk menerapkan model atau metode pembelajaran yang menarik sehingga peserta didik merasa senang dan mau terlibat aktif selama pembelajaran berlangsung.
Saat ini motivasi peserta didik masih kurang ketika belajar bahasa Inggris apalagi dalam hal berbicara bahasa Inggris serta konsentrasi peserta didik masih kurang fokus terhadap materi teks panjang seperti teks deskripsi. Hal ini disebabkan karena pembelajarannya masih monoton dan masih teacher centered serta lingkungan sekolah kurang mendukung untuk praktik berbicara bahasa Inggris.
Dalam proses pembelajaran mata pelajaran bahasa Inggris, ada empat keterampilan yang harus dikuasai peserta didik, yaitu berbicara (speaking), menulis (writing), mendengarkan (listening) dan membaca (reading). Keempat keterampilan tersebut membutuhkan pengajaran yang menyenangkan supaya peserta didik dapat menguasai materi dengan baik.
Keterampilan berbicara (speaking) dianggap yang paling sulit karena meliputi banyak aspek yang harus dikuasai peserta didik, seperti pronunciation, grammar dan vocabulary. Namun sesungguhnya yang diperlukan peserta didik adalah keberanian dan motivasi yang besar untuk bisa berbicara bahasa Inggris. Metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk belajar bahasa Inggris tentunya sangat beragam. Berbagai cara dan metode dapat digunakan oleh guru dalam upaya mensukseskan proses pembelajaran. Seorang guru harus pandai memilih dan menerapkan metode pembelajaran yang tepat supaya dapat menarik minat peserta didik dalam mempelajari materi yang diajarkan sehingga proses belajar mengajar menjadi menyenangkan dan terarah.
Menurut Klippel dalam Brown (1994:279) Ada beberapa teknik yang kemungkinan dapat mempengaruhi berbicara seseorang didalam pembelajaran, yaitu:
• Interview
• Guessing game
• Jigsaw tasks
• Ranking exercise
• Discussion
• Values clarification
• Problem-solving cativities
• Role play
• Simulation
Dari beberapa teknik diatas, penulis mengambil teknik guessing game sebagai metode yang cocok dalam mengatasi motivasi dan konsentrasi peserta didik dalam hal berbicara bahasa Inggris.
Bertolak dari itulah, penggunaan model pembelajaran yang inovatif seperti model pembelajaran berbasis masalah atau problem based learning (PBL) dengan metode guessing game menjadi sebuah solusi yang tepat untuk menghadapi permasalahan seperti itu.
Langkah-langkah yang dilakukan penulis untuk menghadapi tantangan tersebut adalah sebagai berikut:
• Menganalisis akar permasalahan berdasarkan informasi yang diperoleh dari hasil wawancara dengan kepala sekolah dan guru senior, serta kajian literatur yang didapat dari jurnal dan artikel.
• Menyiapkan perangkat pembelajaran yaitu modul ajar, bahan ajar, media ajar, LKPD, dan instrumen penilaian.
• Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan perangkat yang telah dibuat serta melakukan refleksi pembelajaran.
Strategi yang digunakan oleh penulis yaitu dengan menerapkan metode pembelajaran guessing game didalam proses pembelajaran. Penggunaan metode ini supaya dapat menarik minat peserta didik dalam mempelajari materi yang diajarkan sehingga proses belajar mengajar menjadi menyenangkan dan terarah.
Klipple dalam Jubaedah (2009) mengatakan bahwa “the basic rule of guessing game s is eminently simple one person knows something that another one wants to find out.” Artinya aturan dasar guessing game itu sangat sederhana, seseorang tahu tentang kosa kata dan yang lain berusaha untuk menemukannya. Menurut Marriem Website bahwa Guessing game adalah permainan yang mana seseorang harus bersaing dengan orang lain atau kelompok lain untuk menebak sesuatu yang telah diberi petunjuknya. Dapat didefinisikan bahwa guessing game adalah permainan yang mana seseorang atau sebuah kelompok mencoba menjawab sesuai pertanyaan yang telah diberi beberapa kata kunci yang berhubungan dengan kata tersebut.
Ada banyak alasan untuk menggunakan game dalam pembelajaran berbicara. Permainan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menggunakan bahasa Inggris secara lisan. Ini berarti bahwa peserta didik dapat berlatih dan mengembangkan kemampuan mereka untuk berbicara bahasa Inggris. Game juga memberikan kesenangan dan kesantaian sambil tetap semangat dalam belajar bahasa. Diharapkan bagi pelajar yang pemalu atau lamban dapat menjadi peserta aktif yang bisa menunjukkan kemampuan dan menemukan kepercayaan diri mereka untuk berkomunikasi dalam bahasa asing. Di antara banyak teknik permainan dalam pembelajaran berbicara, guessing game bisa diaplikasikan. (Kurniati & Ervina: 2019)
Dalam proses pembelajarannya penulis menciptakan kelas yang kondusif, membagi kelompok peserta didik, membuat peserta didik aktif dalam kerja kelompok, sering berbicara bahasa Inggris ketika proses pembelajaran berlangsung, menciptakan suasana yang menyenangkan dalam proses belajar mengajar, memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempresentasikan hasil karyanya, serta memberikan apresiasi kepada peserta didik yang telah mempresentasikan hasil karyanya.
Adapun langkah-langkah model pembelajaran Guessing Game mata pelajaran Bahasa Inggris untuk menyampaikan materi Descriptive Text dalam upaya meningkatkan kemampuan berbicara (speaking) adalah sebagai berikut :
1. Guru membuka kelas dengan salam, sapa dan berdoa, kemudian mengecek kehadiran peserta didik.
2. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
3. Guru melakukan apersepsi dan memberi motivasi agar peserta didik bersemangat dan bergembira selama proses pembelajaran.
4. Guru menjelaskan kembali secara singkat materi descriptive text yang sudah disampaikan kepada peserta didik pada pertemuan sebelumnya.
5. Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4 – 5 peserta didik.
6. Guru menjelaskan tentang langkah pembelajaran dengan menggunakan metode guessing game.
7. Guru meminta satu perwakilan kelompok untuk berdiri di depan kelas menghadap anggota kelompoknya. Peserta didik tersebut tidak boleh menoleh ke papan tulis.
8. Guru menempelkan sebuah gambar tempat wisata/bangunan bersejarah terkenal.
9. Peserta didik yang ada di dalam kelompok mulai menyebutkan ciri-ciri dari tempat wisata/ bangunan bersejarah terkenal tersebut, seperti lokasi, sejarah, bentuk bangunan, benda-benda yang ada di dalamnya, dll.
10. Setelah waktu yang telah ditentukan habis, peserta didik yang berdiri di depan kelas menebak nama tempat wisata/ bangunan bersejarah yang ada dalam gambar. Jika jawabannya benar, kelompok tersebut akan mendapat reward dari guru untuk keberhasilan dalam permainan.
11. Secara bergiliran, guru meminta kelompok lain melakukan hal yang sama.
12. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan apresiasi, membuat kesimpulan bersama peserta didik dan memberikan penguatan untuk pembelajaran berikutnya.
Melalui model pembelajaran PBL dengan metode pembelajaran guessing game, penulis mendapatkan beberapa manfaat dalam menyampaikan materi Descriptive Text bangunan bersejarah untuk melatih kemampuan berbicara bahasa Inggris peserta didik di MAN 1 Sumedang pada semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023.
Metode pembelajaran Guessing Game dapat memancing peserta didik yang malu dan pasif untuk turut aktif selama proses pembelajaran. Peserta didik merasa lebih rileks dan gembira. Melalui permainan dalam kelompok, maka setiap anggota dalam kelompok akan lebih bersemangat dan termotivasi untuk memenangkan kelompoknya sehingga metode ini dapat merangsang keberanian peserta didik untuk berbicara sekaligus meningkatkan keterampilan berbicara.
Metode pembelajaran Guessing game memberikan pengaruh dalam meningkatkan minat serta motivasi peserta didik untuk belajar bahasa Inggris serta menstimulus peserta didik untuk berbicara bahasa Inggris sehingga dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris sesuai dengan tujuan yang diharapkan dalam proses pembelajaran.
Referensi:
Brown, Douglas. 1994. Teaching by Principle: An Interactive Approach to Language Pedagogy.Prentice-Hall.Inc
Kurniati dan Ervina. 2019. PENGARUH PENERAPAN GUESSING GAME TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA MAHASISWA STAIN BENGKALIS. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan –ISSN: 2087-9490 (p); 2597-940X (e) Vol. 11, No. 1 (2019)







