BisnisDaerahEkonomi

Mengadu Nasib di Jatinangor, Berikut Kisah Tukang Bubur Sumsum Asal Majalengka

FAJARNUSANTARA.COM, SUMEDANG – Berjuang puluhan tahun berjualan Bubur Sumsum di Jatinangor, tak menyurutkan semangat Sarifudin (55) berkeliling kesetiap penjuru sudut Jatinangor mencari penghasilan untuk  keluarga.

Pahit manis berjualan Sumsum telah ia rasakan, sebelum berjualan menggunakan gerobak, pria kelahiran Majalengka itu pernah merasakan berjualan menggunakan keranjang dipikul dibahunya.

Sarifudin berkeliling dari desa satu ke desa yang lainnya dengan jarak cukup jauh, tapi bagi dia itu tidak ada apa-apanya yang penting anak istri bisa makan dan sekolah, berkat kegigihannya berjualan ia bisa menyekolahkan anak-anaknya sampai tingkat SLTA dan sekarang sudah berkeluarga serta bekerja.

Baca Juga :  Bupati Sumedang Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Ujungjaya

Sarifudin (55) asal Desa Sukamenak, Kecamatan Bantarujeg, Kebupaten Majalengka bercerita, bahwa anak-anaknya tidak tertarik berjualan seperti ia, dan mereka lebih memilih bertani dikampung halamannya.

“Disini, saya jualan Bubur Sumsum hampir 30 tahun hidup ngontrak didaerah Munggang Desa Mekargalih,” ujarnya.

Baca Juga :  Studi Tiru Kecamatan Sukarami Palembang ke Jatinangor, Belajar Tata Kelola Sampah dan Pelayanan Publik

Ia menuturkan, untuk mendapatkan pembeli ia terbiasa berkeliling dari desa ke desa, mulai dari Desa Mekargalih ke Desa Sayang, Cikeruh dan terakhir Desa Hegarmanah selanjutnya pulang.

“Yang namanya jualan, ada laku kadang sepi cape sih, cape tapi mau apalagi demi kebutuhan, dalam sebulan atau dua bulan saya pulang kampung. Jika sepi, dan ada sisa saya buang saja karena jika tidak dibuang maka akan basi,” tandasnya.

Baca Juga :  Gelap Nyawang Nusantara: Tiga Klaim Lahan Margawindu Perlu Didudukkan Secara Adil

Meski demikian, ia tetap bersyukur karena masih diberikan kesehatan hingga sampai saat ini masih bisa berjualan walaupun sedikit tertatih tatih, karena kadang terasa asam urat yang mendera.

“Tapi itu selalu tidak saya pedulikan, demi sesuap nasi, paling berobat cukup dengan obat warung saja yang penting sehat lagi, semoga saja kedepanya jauh lebih baik,” keluhnya.

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button