
FAJARNUSANTARA.COM – Harga tabung gas 3 kilogram melonjak tajam menjelang Idul Fitri dan sempat mencapai Rp 35 ribu per tabung di tingkat pengecer. Kondisi ini dikeluhkan warga karena selain mahal, gas juga sulit ditemukan di pasaran. Setelah Lebaran, harga mulai turun namun pasokan masih terbatas sehingga masyarakat tetap kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Kenaikan harga tabung gas 3 kilogram menjadi sorotan masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri. Di beberapa pengecer, harga gas subsidi tersebut dilaporkan melonjak hingga Rp 35 ribu per tabung. Selain harga yang naik, warga juga menghadapi kelangkaan barang di sejumlah warung maupun agen penjualan.
Seorang warga Desa Jatimulya, Desi, mengatakan kondisi tersebut sudah terjadi sebelum Lebaran. Ia mengaku kesulitan mendapatkan tabung gas untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
“Sebetulnya sebelum Lebaran, harga sudah naik sampai Rp 35 ribu, tapi barangnya juga susah didapatkan,” ujar Desi, Kamis (26/03/2026).
Menurut dia, setelah Lebaran harga memang mulai turun, namun belum kembali normal. Saat ini harga masih berkisar Rp 25 ribu per tabung di tingkat pengecer. Meski begitu, persoalan ketersediaan gas masih menjadi kendala bagi warga.
“Mencari tabung gas sekarang juga susah. Sudah dicari ke mana-mana tetap sulit didapatkan,” kata Desi.
Sejumlah warga lain di sekitar wilayah tersebut juga merasakan hal serupa. Mereka mengaku heran karena tabung gas isi ulang yang biasanya mudah diperoleh kini justru langka. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat, terutama bagi keluarga yang sangat bergantung pada gas LPG untuk aktivitas memasak setiap hari.
Warga berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan serta mengambil langkah antisipasi agar distribusi gas kembali lancar. Terlebih, kebutuhan energi rumah tangga dinilai tetap tinggi setelah momentum Lebaran.**







