DaerahEkonomiPemerintahanSeni dan Budaya

KDM Dorong Penataan Kota Berbasis Budaya Lewat Kirab Mahkota Binokasih di Sumedang

FAJARNUSANTARA.COM – Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan penataan kota berbasis budaya sebagai langkah strategis mengembalikan jati diri Sunda di Kabupaten Sumedang. Momentum Kirab Mahkota Binokasih dinilai bukan sekadar seremoni, melainkan titik balik membangun peradaban yang berakar pada nilai lokal.

Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi menekankan bahwa pembangunan daerah tidak boleh terlepas dari identitas budaya. Dalam keterangannya di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang, ia menyebut kota yang kuat adalah kota yang mampu menjaga akar tradisinya di tengah arus modernisasi.

Baca Juga :  Komitmen Bupati Sumedang Dukung Program Prioritas Nasional Presiden Prabowo

“Sunda lain ukur igel-igelan atawa seni pertunjukan, tapi mangrupakeun sistem nilai pangwangunan anu kudu jadi dasar dina ngawangun daerah,” ujar Kang Dedi.

Ia mendorong penataan kawasan strategis, khususnya jalur dari Keraton Sumedang Larang hingga pusat kota, dengan sentuhan budaya Sunda.

Penataan itu mencakup pembangunan gapura dan ornamen bernuansa lokal, pemasangan penerangan jalan dengan identitas budaya seperti simbol Mahkota Binokasih, serta penataan kios dan ruang publik agar lebih bersih, rapi, dan estetis.

Selain itu, perbaikan saluran air juga dinilai penting sebagai bagian dari wajah kota yang tertata.

Baca Juga :  Banjir Rendam Sejumlah Desa di Jatinangor, Sungai Cikeruh Kembali Meluap

“Lamun kotana rapih, bersih, jeung miboga ciri budaya, éta bakal ngajadikeun Sumedang jadi puseur kabudayaan nu sajati,” katanya.

Kang Dedi juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak hanya menyasar aspek fisik, tetapi harus diiringi dengan kesadaran kolektif masyarakat terhadap nilai-nilai budaya Sunda. Ia menekankan pentingnya harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas sebagai fondasi peradaban.

“Mulih kajatina, mulang ka asalna. Ngahijikeun antara diri, alam, jeung ajaran ilahiyah. Ieu nu kudu jadi pondasi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Sumedang Tinjau Pelayanan MPP, Pastikan Layanan Publik Optimal

Menurut dia, Kirab Mahkota Binokasih merupakan simbol perjalanan panjang peradaban Sunda yang harus diterjemahkan ke dalam langkah nyata pembangunan.

“Ieu lain ukur seremoni, tapi lalampahan pikeun ngawangun masa depan. Sumedang kudu jadi conto kumaha budaya jadi dasar pembangunan,” tegasnya.

Ia berharap semangat gotong royong atau sabilulungan menjadi kekuatan utama dalam membangun Sumedang sebagai pusat budaya.

“Ku sabilulungan, rempug jukung sauyunan, urang tiasa ngawangun lembur jeung kota anu leuwih maju tapi teu leungit jati dirina,” pungkasnya.***”

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
PETIR800 LOGIN PETIR800