Kampung KB Dihidupkan Kembali, Fokus pada Keluarga Berkualitas
FAJARNUSANTARA.COM– Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) kembali mengaktifkan program Kampung KB dengan pendekatan baru. Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, ditetapkan sebagai lokasi percontohan program yang kini bernama Kampung Berkualitas.
Kepala DPPKBP3A Kabupaten Sumedang, Dr. Aceng Solehudin Ahmad, menyatakan bahwa kampung KB saat ini tidak lagi sekadar identik dengan program kontrasepsi. Fokusnya bergeser menjadi penguatan kualitas keluarga secara menyeluruh.
“Pada dasarnya kegiatan launching ini adalah mengaktifkan kembali kampung KB, tapi mindset-nya sekarang bukan lagi soal kontrasepsi, melainkan bagaimana membentuk keluarga yang berkualitas, unggul, sejahtera, dan penuh kasih sayang,” ujar Aceng saat ditemui usai kegiatan, Kamid (7/8/2025).
Menurut Aceng, program Kampung KB sebenarnya sudah berjalan sejak sepuluh tahun terakhir. Namun, keberjalanannya dinilai kurang maksimal karena paradigma yang masih menitikberatkan pada pengendalian angka kelahiran.
“Dulu lebih ke arah menghitung kelahiran. Sekarang kita ubah pendekatannya. Kita hidupkan kembali dengan konsep delapan fungsi keluarga, dan bukan lagi sekadar mengejar akseptor KB,” tuturnya.
Desa Margajaya dipilih sebagai lokus awal karena kesiapan perangkat desa dan dukungan dari jajaran kecamatan. UPTD Dalduk Tanjungsari saat ini juga sedang mengikuti Diklat Program Kepemimpinan Penggerak (PKP), yang diharapkan membawa dampak positif dalam pelaksanaan program di lapangan.
“Kalau ini berhasil, kita akan replikasi ke seluruh desa di Kabupaten Sumedang. Harapannya, program ini mampu melahirkan keluarga-keluarga sakinah, mawadah, warohmah, dan membentuk generasi emas Indonesia 2045,” lanjut Aceng.
Sementara itu, Kepala UPTD Dalduk Tanjungsari, Rini Yulia Nuraeni, menyoroti pentingnya pembinaan bagi para pengurus Kampung KB. Ia mengakui masih banyak pihak yang belum memahami sepenuhnya konsep baru program tersebut.
“Kegiatan masyarakatnya sebenarnya sudah ada, tapi cara pengemasan dari pokja belum optimal. Jadi sekarang kita mulai dari dua desa terlebih dahulu. Tujuan jangka pendeknya adalah pembinaan dan penguatan kapasitas pengurus,” kata Rini.
Rini menambahkan, perbedaan utama dari pendekatan baru ini adalah keterlibatan seluruh sektor. Ia berharap sinergi lintas sektor dapat lebih aktif, terutama dalam mendukung program keluarga berkualitas.
“Semua sektor harus ikut bekerja sama. Dukungan lintas sektor yang selama ini belum jalan akan kami dorong lebih kuat,” ujarnya.
Program Kampung Berkualitas menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Sumedang dalam membangun ketahanan keluarga yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga kuat secara sosial dan emosional.**







