Jalan Lingkar Utara Jatigede Dibuka, Bupati Dony: Akses Wisata dan Ekonomi Terbuka Lebar

FAJARNUSANTARA.COM – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan pentingnya keberadaan Jalan Lingkar Utara Jatigede sebagai akses strategis untuk menunjang sektor wisata, pendidikan, hingga ekonomi masyarakat di wilayah Jatigede dan sekitarnya.
Saat meninjau langsung progres pembangunan jalan tersebut pada Rabu, 16 Juli 2025, Dony didampingi Kepala Dinas PUTR Sumedang, Andri Indra Widianto. Peninjauan dilakukan sekaligus untuk memastikan kesiapan lokasi menjelang Festival Pesona Jatigede yang akan digelar pada September 2025 mendatang.
“Jalan Lingkar Utara dari Pasiringkik sudah terbuka semuanya. Sudah ada agregat, tinggal dihotmix. Jadi jalannya sangat indah dan luar biasa. Dulu sangat tinggi menanjak, sekarang sudah rata semua,” ujar Dony di sela peninjauan.
Ia menyebutkan bahwa jalan tersebut akan menjadi jalur utama menuju berbagai destinasi wisata unggulan di sekitar Jatigede, seperti Taman Seribu Cahaya, Pajagan, hingga Tanjung Duriat. Selain itu, keberadaan jalan ini akan mempercepat mobilitas warga menuju layanan pendidikan dan kesehatan.
“Jadi nanti kalau mau ke Cigintung, ke Karamat dan Taman Seribu Cahaya, Pajagan, Tanjung Duriat, bisa lewat ke sini dan bus juga bisa masuk,” kata dia.
Lebih lanjut, Dony berharap jalan baru ini menjadi pemicu pergerakan ekonomi lokal. Ia optimistis kehadiran Jalan Lingkar Utara bakal membuka lapangan kerja baru di sektor pariwisata dan UMKM.
“Insyaallah akan sangat terdukung dengan adanya jalan ini, akan menggerakkan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan. Saya titip jaga keindahannya, ketertibannya. Jaga juga kualitas jalannya dan saya minta semuanya bisa menjaga jalannya,” ucap Dony.
Adapun pembukaan resmi Jalan Lingkar Utara Jatigede dijadwalkan dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bersama Menteri PUPR, Dody Hanggodo. Acara peresmian direncanakan berbarengan dengan rangkaian kegiatan Festival Pesona Jatigede 2025**








Infrastruktur pendukung memang penting , tapi jauh lebih penting adalah penataan daya tarik objek wisata nya tdk asal copy paste tp punya identitas dan karakter kuat sebagai objek wisata khas sumedang yang punya rasa , raga dan ruang .