IKOPIN University Gaet Keling Kumang, Dorong Replikasi Model Koperasi ke Jawa Barat
FAJARNUSANTARA.COM– Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) menggelar Studium General dan Bedah Buku dengan menghadirkan Rektor Institut Teknologi Kelingkumang, yang juga pendiri sekaligus Ketua Kredit Union Keling kumang, untuk membagikan pengalaman 32 tahun membangun koperasi berbasis komunitas.
Rektor Ikopin, Agus Pakpahan, mengatakan acara yang digelar pada Kamis (17/7/2025) itu merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Ikopin dan Keling Kumang untuk mendorong pengembangan koperasi rakyat berbasis lokal di Jawa Barat.
“Kredit Union Kelinkumang itu dari awal hanya puluhan anggota, kini sudah 230 ribu. Asetnya juga berkembang dari jutaan jadi Rp2,23 triliun. Model ini sudah teruji,” kata Agus saat membuka kegiatan di Kampus Ikopin, Jatinangor, Sumedang.
Menurut Agus, pihaknya tidak ingin terus bergantung pada pendekatan luar negeri dalam membangun ekonomi rakyat.
“Kami sudah MoU, Sumedang dan Bandung sudah siap. Tidak perlu lagi konsultan asing, karena Keling Kumang sudah jadi bukti nyata,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber utama memaparkan perjalanan koperasi yang dimulai dari 1993 hingga kini. Ia menjelaskan bagaimana usaha simpan pinjam bisa menjadi spin off untuk unit usaha koperasi lainnya, hingga menciptakan sistem ekonomi alternatif yang kuat.
“Saya senang karena ini momen membagikan pengalaman. Apalagi Prof Agus juga pernah datang ke Kalimantan Barat. Jadi ini bagian dari MoU yang kita jalankan,” kata Ketua Kredit Union Keling kumang Dr. Stefanus Masiun
Ia, menambahkan bahwa model yang berhasil di Kalimantan Barat bisa diadaptasi di daerah lain.
“Di sana koperasi sudah besar. Kenapa kita tidak pakai juga? Ini soal gotong royong. Harapannya, dari Keling kumang untuk Jawa Barat dan Nusantara,” ucapnya.
Ia juga menyinggung pentingnya riset akademik tentang koperasi, termasuk pembentukan jurusan koperasi murni di perguruan tinggi.
“Sekarang belum ada sarjana koperasi. Yang ada baru pendidikan koperasi. Kita harus perjuangkan ini ke depan,” katanya.
Acara ini dirancang sebagai ruang pertukaran gagasan antara praktisi dan akademisi, sekaligus memperkuat posisi Ikopin sebagai perguruan tinggi yang fokus membangun ekonomi koperasi di Indonesia.**







