DaerahKomunitas

Gempungan Paguyuban Pasundan Kukuhkan Kepemimpinan Baru

FAJARNUSANTARA.COM- Paguyuban Pasundan Cabang Kabupaten Sumedang menggelar Gempungan atau pertemuan besar di Tanjungsari, Sumedang, pada Sabtu, 18 Mei 2025. Acara ini menjadi momentum penting bagi restrukturisasi organisasi dan serah terima kepemimpinan dari Asep Kurnia kepada Apip Hadi Susanto.

Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. Didi Turmudzi, hadir langsung dan memimpin jalannya agenda strategis ini. Ia mengapresiasi langkah Paguyuban Pasundan Cabang Sumedang yang telah berhasil membentuk kepengurusan hingga tingkat ranting di 277 desa dan 26 Pimpinan Anak Cabang (PAC).

“Ini adalah pencapaian yang luar biasa. Tidak semua cabang di Indonesia bisa menyentuh akar rumput seperti ini,” ujar Didi dalam sambutannya.

Baca Juga :  Tragedi Maut di Sumedang, Pemotor Tewas Usai Tabrakan Saat Mendahului

Serah terima jabatan dilakukan dari Asep Kurnia, Ketua Cabang dua periode, kepada Sekretaris Cabang sekaligus Ketua Pelaksana acara, Apip Hadi Susanto. Asep menjelaskan bahwa keputusan itu diambil setelah melalui musyawarah anak cabang.

“Ini bukan serta-merta, melainkan melalui proses musyawarah. Anak cabang sempat meminta saya kembali maju, tetapi karena kesibukan sebagai Ketua Fraksi dan Ketua Komisi 1 di DPRD, saya memberikan mandat kepada Sekjen Apip,” kata Asep kepada wartawan.

Baca Juga :  PLN UP3 Sumedang Tegaskan Budaya K3 Lewat Safety Alignment Bersama Mitra Kerja

Apip Hadi Susanto yang resmi menjadi Ketua Cabang Periode 2025–2030 menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program pendahulunya, termasuk menyusun ulang kepengurusan berdasarkan loyalitas dan kinerja.

“Kami siap berkonsultasi dengan Pengurus Besar dan menyusun langkah strategis untuk memperkuat eksistensi Paguyuban Pasundan, terutama di bidang pendidikan dan budaya,” ujarnya.

Dalam bidang pendidikan, Paguyuban Pasundan Sumedang telah mendirikan SMP, SMA, dan SMK Pasundan di Tanjungsari, Jatinangor, dan Cibugel. Di sisi lain, program sosial seperti pemberian beasiswa kepada sembilan siswa SD dari berbagai kecamatan dan bantuan tunai pendidikan juga tetap berjalan.

Baca Juga :  PLN Meriahkan Peringatan Hari Guru di Sumedang, Dorong Pemanfaatan Layanan Digital

Salah satu program unggulan lain adalah Dzikir, Mikir, Ngukir, yang menyatukan bidang keagamaan dengan kebudayaan. Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan menilai pendekatan tersebut sebagai model pelestarian nilai-nilai lokal.

“Kita fokus pada pembangunan karakter: pantang menyerah, pemberani, dan bertindak nyata. Moto Ngajaga Lembur, Nata Kota, Merangan Bodo jeung Kokoro harus terus menjadi pegangan,” tegas Didi.

Acara Gempungan juga dihadiri tokoh masyarakat Jawa Barat H. Umuh Muchtar, unsur Muspika Jatinangor, dan Komandan Kodim Sumedang, menambah legitimasi serta kekuatan simbolik dari pertemuan tersebut.**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button