
FAJARNUSANTARA.COM, SUMEDANG – Ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Sumedang Menggugat (ABSM) gerudug Gedung DPRD Kabupaten Sumedang pada Rabu, 5 Oktober 2022.
Gemuruh ratusan Bmburuh kompoi menggunakan sepedah motor bertolak dari Kawasan Industri Jarum Super menuju Gedung DPRD Kabupaten Sumedang dipimpin langsung oleh dua mobil komandan yang diisi Sound System 5 ribu wath yang menambah suasana makin mencekam.
Menurut ketua DPC GOBSI Kabupaten Sumedang yang tergabung dalam ABSM, Asep Budiman, melalui Sambas Jaenudin mengatakan, selaku kaum buruh yang termarjinalkan oleh pemerintah dengan adanya UU Cipta Kerja akan terus melakukan aksi sampai dicabutnya UU Omnibus Law.
“Apalagi saat ini, dengan adanya kenaikan harga BBM bersubsidi menambah deretan derita para kaum buruh,” katanya.

Sambas menegaskan, aksi saat ini, selain menyampaikan aspirasi cabut UU Cipta Kerja, pihaknya juga menolak kenaikan harga BBM, dan meminta agar pemerintah menurunkan harga BBM.
“Harapan kami hanya pada wakil rakyat guna menerima aspirasi kaum buruh dan memperjuangkannya sampai tuntas. Jujur, buruh krisis kepercayaan terhadap Pemerintah,” tandasnya.
Terakhir Sambas menyampaikan, jika aksi ini tidak ada perkembangan, maka pihaknya akan terus bergerak dan melakukan aksi, jangan pandang buruh sebelah mata oleh pemerintah.
“Aksi kami selalu kondusif demi bangsa dan negara jangan pancing kami untuk anarki. Semoga saja, aspirasi para buruh ini dapat diakomodir oleh para wakil rakyat sampai tuntas,” pungkasnya. (SBS)







