Dibawah Kepemimpinan Kepsek Ini, SDN Sirnagalih Jatinangor Terus Bersinar
FAJARNUSANTARA.COM- Ingin mengembalikan citra sebagai sekolah berkualitas tinggi dan berjubel prestasi, SDN Sirnagalih Desa Mekargalih Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang terus berupaya menjadi sekolah berkualitas. Tak hanya siswa siswinya yang berprestasi namun guru-gurunya juga berprestasi.
Dibawah komando Sulistyawati S.Pd MM, sebagai kepala sekolah, SDN Sirnagalih memiliki visi dan misi yang terangkai dalam kata SIMFONI (Seni, Iman, Menulis dan Literasi, Fokus Berprestasi, Nyaman dan Inovatif) dengan program harian yang dirangkum dengan kata-kata unik dan menginspirasi.
Sentari (Senin Cinta Tanah Air), Serasi (Selasa Literasi), Rabu Sridaya (Sirnagalih Berbudaya) dengan memakai pakaian adat sunda. Ada Kasih di hari Kamis (Kamis English), Jumat Juber (Jumat Berkah) dan Sabtu Sari (Sabtu refleksi).
“Ya pertama kami ingin mengembalikan citra SDN Sirnagalih sebagai sekolah favorit dan sekolah pilihan masyarakat. Caranya adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah kami mulai dari gurunya, hingga ke para siswa. Alhamdulillah program harian ini sudah kami jalankan. Dari program Serasi dibentuk kelompok yang kami namakan GLS Simfoni Sirnagalih, kelompok literasi ini terdiri dari 6 siswa dan 2 guru serta saya sendiri selaku Kepala sekolah. Alhamdulillah hasil dari GLS ini sudah lahir kumpulan karya siswa yang didalamnya ada kumpulan puisi, cerpen, carpon, dan kisah kisah. Sekarang sudah dikemas tinggal menunggu proses pencetakan menjadi buku,” ujar Kepala Sekolah SDN Sirnagalih, Sulistyawati S.Pd MM saat diwawancarai, Selasa (24/10).
Menurut Sulistyawati, dari kegiatan Serasi itu muncul minat baca siswa dan guru bahkan para siswa mulai dikenalkan dengan dunia tulis menulis. Tak jarang, dirinya mendapatkan penghargaan baik dari Dinas Kabupaten Sumedang maupun provinsi Jabar dan Nasional sebagai tenaga pendidik penggerak literasi. Kepiawaiannya dalam menulis ingin dia praktekan ke anak didik dan guru di SDN Sirnagalih.
“Alhamdulillah dari hasil tahun ini siswa kami bernama Sidiq Nurzaman kelas VI berhasil menjadi juara tingkat kabupaten dan akan menjadi wakil kabupaten ke tingkat Provinsi dalam Kategori Mendongeng pada Festival Lomba Siswa Seni Nasional (FLS2N) Tahun 2023. Kemudian sekolah kami juga mendapat penghargaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tahun 2023. Bahkan, SD Sirnagalih menjadi juara Umum di tingkat kecamatan selama 2 periode berturut turut,” ujarnya.
Tak hanya itu dalam FLS2N, siswa kami juga menjadi juara solo vocal tingkat kecamatan dan akan bertanding ke tingkat kabupaten Sumedang, yakni atas nama Adilla Putri kelas VI, dalam kegiatan FLS2N.
Lalu, dari ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) siswa kami atas nama Dian Firmansyah kelas V juga menjadi juara tingkat kabupaten dalam cabang olahraga Catur. Bahkan Dian juga menjadi juara dalam ajang Olimpiade Nasional Matematika di Jogjakarta dan mendapatkan medali emas.
“Lalu, ada Rizki Eka Saputra yang menjadi Juara Taekwondo dan mendapat medali emas pada kejuaraan Taekwondo tingkat provinsi di Bandung,” katanya.
Selain siswanya yang berprestasi guru dari SDN Sirnagalihpun banyak yang berprestasi salah satunya adalah Erma Nurjanah Syamsudin, S.Pd sebagai juara solo vokal yang mewakili kecamatan Jatinangor di tingkat Kabupaten dan mendapat juara ke 4 di tingkat Kabupaten.
Maka tak heran, jika SDN Sirnagalih kaya akan prestasi yang ditularkan Kepala sekolah dalam bidang tulis menulis. Keberhasilan Sulistyawati dalam membimbing siswanya dibuktikan dengan penghargaan penerima anugerah Parasamya Susastra Nugraha, atau Anugrah untuk pengajar penulis tingkat nasional.
Kemudian, peraih penulis Terbaik ke 2 Metamorfosa , Penulis Terbaik ke 2 puisi tingkat Nasional, dan Bhayangkari Pendidik Berprestasi jawa barat. Selama 5 tahun terakhir, Sulistiawati juga sudah membuat 12 judul buku yang telah dipublis di perusahaan penerbit buku.
Kini, program yang sedang dijalankanya adalah Program Talenta (Tantangan Literasi Nusantara) dibawah bimbingan Ibu Dewi Rosniawati S.Pd dan Bu Linda Lestari kegiatannya dalam bidang menulis. Jadi, anak dikenalkan dunia menulis sejak dini. Kegiatannya 1 bulan sekali, sekarang tahapan mendongeng dan insya allah akan menjadi buku.
“Memang awalnya dari program Serasi (setiap hari berliterasi) lahirlah tim GLS Simponi Sirnagalih (Seni, iman, membaca menulis, fokus berprestasi, nyaman dan inovatif). Dan sekarang karyanya sudah masuk ke percetakan kumpulan karya siswa dan guru,” ujarnya.
Untuk program literasi sendiri setiap hari dilakukan literasi 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Dirinya ambisi untuk membuat peserta didiknya berprestasi karena memang tuntutan di kurikulum Merdeka Belajar anak diajarkan literasi dan proyek penguatan pelajar Pancasila (P5).
“Dengan upaya itulah, alhamdulillah siswa kami bertambah. Jika tahun ajaran kemarin yang daftar itu ada 54 orang, tahun ini meningkat menjadi 68 orang yang awalnya ada 70 orang namun karena keterbatasan ruangan menjadi 68 orang untuk siswa baru. Sedangkan semuanya dari kelas 1 sampai kelas 6 ada 358 orang yang terdiri dari 2 rombel untuk setiap jenjang angkatan,” ujarnya.
Sulistyawati berharap, sekolahnya itu menjadi sekolah rujukan dan sekolah berprestasi. Sebab, melihat zonasi ke SMPN sangat jauh, sehingga cara lain untuk siswanya diterima di SMPN adalah meningkatkan prestasi siswa.
Tak heran jika saat ini sekolahnya menjadi rujukan masyarakat di Desa Sayang, Cikeruh, Mekargalih, dan sebagian Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung karena berdekatan dengan kecamatan Rancaekek.
“Memang yang menjadi ciri khas di SDN Sirnagalih adalah seni dan bidang Pramukanya. Gugus depan SDN Sirnagalih sering menjadi juara Favorit dalam acara kepramukaan. SDN Sirnagalih adalah pangkalan yang memiliki program Milangkala Pramuka. Namun, kami juga memfasilitasi siswa lain yang hobi di musik tradisional, Seni reak, dan seni kuda renggong. Karena di daerah Mekargalih memang lingkungan seni,” ujarnya.
Seperti diketahui, Kepala SDN Sirnagalih yang merupakan Pengajar praktik angkatan 7 Guru Penggerak, Narasumber Berbagi Praktik Baik IKM Kabupaten Sumedang. Beliau juga seorang penulis buku, dan mampu membuat 12 judul buku.**







