BisnisDaerahKulinerPemerintahanUncategorized

Dari Nol Jadi Barista! Pelatihan DBHCHT Buka Jalan Karier

FAJARNUDANTARA.COM- Program pelatihan barista yang digelar UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sumedang dengan pendanaan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) mendapat respons positif dari para peserta.

Pelatihan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja serta meningkatkan keterampilan anak muda dalam industri kopi yang terus berkembang.

Salah satu peserta pelatihan, Oni (32), mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Ia menilai pengalaman yang diperoleh sangat berharga karena memberikan keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan di dunia kerja.

“Setelah saya mengikuti pelatihan barista di BLK Sumedang DBHCHT, saya merasa sangat terbantu. Kami diajarkan banyak hal tentang perkopian, mulai dari teori hingga praktik langsung,” ujar Oni, Jumat (21/2).

Oni juga menambahkan bahwa pelatihan ini memberinya kesempatan untuk bertemu banyak orang baru, menambah relasi, dan berbagi pengalaman dengan sesama peserta.

Baca Juga :  Dapur MBG di Cintamulya Diresmikan, Perekonomian Desa Terus Berputar Anak-Anak Sehat

“Hal ini sangat berguna, terutama bagi kami yang ingin serius berkarier di industri kopi,” katanya.

Dalam pelatihan ini, para peserta mendapatkan pembelajaran langsung mengenai cara meracik kopi menggunakan metode manual brew dan mesin espresso dengan teknik profesional. Oni merasa bahwa keterampilan ini sangat penting bagi seorang barista.

“Kami belajar langsung cara meracik kopi menggunakan metode manual brew dan mesin espresso dengan teknik profesional. Ini adalah keterampilan yang sangat penting bagi seorang barista,” ungkapnya.

Oni pun mengapresiasi program ini dan berharap bisa terus berlanjut.

“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah Kabupaten Sumedang yang telah memberi kesempatan ini. Dengan keterampilan yang saya peroleh, saya merasa lebih siap untuk bekerja di industri perkopian atau bahkan membuka usaha sendiri di masa depan,” katanya.

Baca Juga :  Pemilihan Serentak RW 05 Lingkungan Warung Jambu Sawahbera Rampung, Warga Antusias

Kepala BLK Sumedang, Rita Fitriani, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal agar lebih siap menghadapi persaingan di dunia usaha.

“Kami ingin memastikan bahwa anak muda di Sumedang memiliki keterampilan yang relevan dan dapat terserap di pasar kerja. Industri kopi saat ini berkembang pesat, dan kami berharap pelatihan ini bisa menjadi bekal bagi peserta untuk berkarier sebagai barista profesional atau bahkan membuka usaha sendiri,” kata Rita.

Selain pelatihan barista, DBHCHT juga dialokasikan untuk berbagai pelatihan lainnya, seperti menjahit, pembuatan roti dan kue, serta servis sepeda motor injeksi. Langkah ini diambil guna mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di kalangan anak muda.

Baca Juga :  Pemkab Sumedang Matangkan Pembangunan Puskesmas Cimanggung

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memanfaatkan DBHCHT secara optimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan upskilling melalui program seperti ini, kami optimis akan ada peningkatan taraf hidup masyarakat. Tidak hanya untuk mereka yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dalam jangka panjang, dengan bertambahnya peluang kerja dan usaha di Sumedang,” jelasnya.

Pelatihan barista berbasis DBHCHT ini menjadi bukti bahwa alokasi dana dari cukai hasil tembakau dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan keterampilan tenaga kerja dan membuka lapangan pekerjaan baru.*”

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button