DaerahPemerintahanPeristiwa

Cintamulya Akan Sulap Saluran Irigasi Jalan Cipasir Nagrak

FAJARNUSANTARA.COM— Pemerintah Desa Cintamulya bersama panitia kegiatan membahas rencana normalisasi Saluran Irigasi Sungai Cipasir Nagrak yang melintasi wilayah Desa Cintamulya dan Desa Jelegong. Persiapan itu dibahas dalam rapat sosialisasi dan koordinasi di Aula Kantor Desa Cintamulya, Rabu, 16 September 2026.

Rapat tersebut membahas teknis pelaksanaan normalisasi, kebutuhan peralatan, pengangkutan material dan sampah, hingga koordinasi dengan sejumlah pihak yang akan terlibat dalam pekerjaan di lapangan.

Kepala Desa Cintamulya Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Bina Ferdiansyah yang akrab disapa (Ipunk), menekankan pentingnya keterlibatan berbagai unsur, antara lain Mitra Air, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), RT/RW, BPD, Karang Taruna, Linmas, Pemerintah Desa Jelegong, KLH, sponsor, serta pihak terkait lainnya.

“Pelaksanaan kegiatan perlu dikoordinasikan dan melibatkan berbagai pihak agar pekerjaan di lapangan dapat berjalan sesuai rencana,” demikian salah satu poin yang disampaikan dalam rapat.

Dikatakannya, Selain pekerjaan normalisasi, peserta rapat mengusulkan pemasangan lampu dan kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi. Fasilitas tersebut dinilai diperlukan untuk mendukung keamanan lingkungan selama dan setelah kegiatan berlangsung.

Ipunk juga membahas pemindahan billboard agar berada di bagian bawah area atau lahan yang telah direncanakan. Rencana tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan ke depan.

“Untuk pengelolaan sampah, panitia berencana berkoordinasi dengan KLH agar membantu proses pengangkutan. Sementara tanah atau material hasil normalisasi direncanakan diarahkan ke RW 09 berdasarkan hasil koordinasi lebih lanjut,” ujarnya.

Menurut ia, Koordinasi dengan KLH akan dilakukan lebih awal karena jadwal pengangkutan telah tersusun. Pelaksanaan pengangkutan juga berpotensi dilakukan pada hari Minggu dengan dukungan koordinasi Ketua RW 04.

Lebih lanjut Ipunk, Mengingat sebagian lokasi kegiatan berada di wilayah administratif Desa Jelegong, panitia juga akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Jelegong sebelum pekerjaan dimulai.

“Memperkirakan kebutuhan armada pengangkutan KLH berada di kisaran Rp500 ribu hingga Rp600 ribu per truk. Adapun kebutuhan tenaga kerja diperkirakan sekitar Rp100 ribu per orang. Dalam pembahasan tersebut, penggunaan armada menjadi pilihan yang akan ditindaklanjuti,” katanya.

Selanjutnya Ipunk menyiapkan administrasi dan surat ajakan kegiatan yang dijadwalkan dibuat pada 26 September. Surat tersebut akan memuat penjelasan mengenai kegiatan normalisasi agar pihak yang menerima undangan memahami maksud dan tujuan pekerjaan.

Sementara itu Kepala Desa Cinta Mulya, bagian humas bertugas melakukan koordinasi dengan Mitra Air, P3A, BBWS, RT/RW, BPD, Karang Taruna, Linmas, KLH, Pemerintah Desa Jelegong, sponsor, serta pihak terkait lainnya.

“Bagian lapangan akan menyiapkan kebutuhan teknis dan peralatan pekerjaan. Panitia juga menindaklanjuti rencana pemasangan lampu dan CCTV, sedangkan bendahara menghitung kebutuhan anggaran, termasuk biaya armada dan tenaga kerja,” tegasnya.

Rapat sosialisasi dan koordinasi tersebut menjadi tahapan awal untuk mematangkan pelaksanaan normalisasi Saluran Irigasi Sungai Cipasir Nagrak agar pekerjaan dapat dilakukan secara terkoordinasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan.**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.
Back to top button