Camat Cimanggung Bahas Dampak Badai El Nino, Antisipasi Kemarau dan Kebakaran Hutan

FAJARNUSANTARA.COM – Menyikapi fenomena badai Lalina selama tiga tahun terakhir ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia memprediksi terjadinya fenomena El Nino di Indonesia yang akan menyebabkan penurunan curah hujan dan berkepanjangannya musim kemarau.
Dalam pantauan wartawan fajarnusantara.com, Forkopimcam Cimanggung Kabupaten Sumedang membahas masalah ini dalam kegiatan rutin Minggon di GOR Desa Sawahdadap, kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang.
Dalam kesempatan tersebut, semua kepala desa se-Kecamatan Cimanggung atau perwakilannya hadir untuk mengikuti kegiatan Minggon yang rutin diselenggarakan di lokasi yang berbeda setiap kali.
Camat Cimanggung, Dikdik Syekh Rizky, menyampaikan bahwa kita semua, khususnya pihak desa, harus mempersiapkan diri untuk menghadapi dampak kemarau yang berkepanjangan dengan cara mengalokasikan anggaran yang tepat.
“Jika tidak diantisipasi dari sekarang dan dialokasikan anggaran untuk persiapan air bersih dan hal-hal lainnya, dikhawatirkan prediksi kemarau panjang ini akan terjadi,” tegasnya.
Selain itu, Didik menegaskan perlunya adanya tindakan mitigasi secara komprehensif untuk mengantisipasi dampak yang diperkirakan akan lebih parah dibandingkan tiga tahun terakhir.
Badai El Nino di Indonesia berpotensi memicu kekeringan dan berkurangnya curah hujan yang akan meningkatkan jumlah titik api, terutama di wilayah dengan banyak hutan seperti yang kita miliki, sehingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika kita mulai mempersiapkan segala sesuatunya sejak sekarang untuk menghadapi kekurangan air bersih akibat kekeringan dan juga tanggap darurat dalam menghadapi bencana kebakaran hutan







