Bupati Sumedang Ungkap Sukses Reformasi Birokrasi dalam Acara Sosialisasi dan Asistensi

FAJARNUSANTARA.COM,- Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menjadi salah satu narasumber utama dalam acara Sosialisasi dan Asistensi Reformasi Birokrasi (RB) Tematik dan Perubahan Roadmap RB yang diselenggarakan di Aula Barat Gedung Sate, Bandung, pada Jumat (10/6).
Acara tersebut merupakan kerjasama antara Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,
Dengan tujuan untuk mendapatkan dukungan dan pemahaman yang luas mengenai pentingnya RB serta langkah-langkah yang akan diambil oleh masing-masing Pemerintah Daerah di Jawa Barat.
Dalam acara tersebut, pemerintah memberikan dukungan teknis dan pengawasan untuk memastikan implementasi program-program reformasi birokrasi yang efektif.
Bupati Sumedang tampil sebagai narasumber dalam sesi pertama talkshow yang membahas RB Tematik Kemiskinan dan Digitalisasi Administrasi Stunting.
Dalam pembahasannya, Bupati Sumedang menjelaskan bahwa salah satu langkah pertama yang diambilnya saat memimpin Sumedang adalah melakukan Reformasi Birokrasi,
Termasuk penetapan kebijakan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk mendapatkan data real-time dan akurat guna mempercepat pengambilan keputusan dan pelayanan kepada masyarakat.
Bupati Sumedang menyampaikan pentingnya perubahan budaya ASN dari comfort zone ke competitive zone, dari manual ke digital, dan dari dilayani ke melayani.
Ia juga menekankan bahwa partisipasi masyarakat akan terjadi ketika terdapat kepercayaan (trust) dari publik, dan hal ini dapat dicapai dengan pemerintah yang terbuka dan menjadi contoh.
Pada sesi kedua, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas, mengapresiasi terobosan yang telah dilakukan oleh Jawa Barat, termasuk Sumedang, dalam mendigitalisasi birokrasinya.
Anas menyampaikan harapannya agar terobosan tersebut dapat dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi di Jawa Barat.
Terdapat empat fokus RB Tematik yang ditetapkan saat ini, yaitu Pengentasan Kemiskinan, Peningkatan Investasi, Stunting dan Penggunaan Produk Dalam Negeri, serta Akselerasi Digitalisasi Administrasi Pemerintahan.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menambahkan bahwa Reformasi Birokrasi di Jawa Barat mendapatkan nilai tertinggi dan sistem meritnya menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.
Ia berharap hasil yang disampaikan oleh Kementerian PANRB dapat diimplementasikan dengan baik oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan oleh seluruh dinas dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jawa Barat.(smbs)***







