Bupati Sumedang Dorong Pola Tabela untuk Tingkatkan Produktivitas dan Hadapi El Nino
FAJARNUSANTARA.COM – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mendorong penerapan pola Tanam Benih Langsung (Tabela) sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan menyebabkan kemarau panjang dan kering.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) melaksanakan panen padi dengan pola Tanam Benih Langsung (Tabela) di Kecamatan Rancakalong. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui metode budidaya yang lebih efisien.
Dalam kesempatan tersebut, Dony menjelaskan bahwa pola Tabela berbeda dengan metode konvensional yang selama ini digunakan petani. Metode ini tidak melalui proses persemaian dan tanam ulang, melainkan langsung menaburkan benih ke lahan.
“Dengan pola ini berbeda dengan yang selama ini ditandur. Ada perubahan tata cara pola tanam, termasuk dalam penggunaan pestisidanya,” ujar Dony.
Pemerintah daerah saat ini tengah menguji efektivitas metode tersebut melalui demplot seluas 170 bata. Hasil panen akan dibandingkan dengan metode konvensional guna mengukur tingkat produktivitasnya.
“Sekarang kita akan hitung dari demplot 170 bata, berapa besar produktivitasnya dibandingkan penanaman konvensional. Mudah-mudahan ini berhasil dan jika berhasil akan menjadi role model serta dikembangkan di seluruh wilayah Kabupaten Sumedang,” katanya.
Selain fokus pada peningkatan hasil pertanian, Dony juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi fenomena El Nino. Ia mengutip informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi musim kemarau tahun ini lebih panjang dan kering.
“BMKG telah melansir bahwa kita akan mengalami El Nino, yakni kemarau yang lebih lama dan lebih kering. Untuk itu mari kita bersama-sama waspada dalam menghadapinya,” ujarnya.
Menurut Dony, pemerintah daerah telah menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Forkopimda, kelompok tani, hingga perangkat daerah teknis, untuk memastikan kesiapan menghadapi kondisi tersebut.
“Kita telah bahas kesiapan menghadapi El Nino. Bagaimana caranya agar produktivitas pertanian tetap meningkat meskipun di tengah kondisi kemarau panjang,” ucapnya.
Sejumlah langkah konkret pun disiapkan, di antaranya memastikan ketersediaan cadangan air melalui optimalisasi embung, percepatan perbaikan jaringan irigasi, serta kesiapan pompa air untuk mendukung kebutuhan petani saat kemarau.
“Kami sudah perintahkan untuk mendata embung-embung agar dipastikan tidak rusak dan bisa menyimpan air saat musim kemarau,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah akan mempercepat pembangunan dan perbaikan irigasi, serta memastikan seluruh sarana pendukung berfungsi optimal.
“Pastikan pompanya berfungsi dengan baik dan siapkan juga kebutuhan BBM-nya, sehingga ketika diperlukan bisa langsung dimanfaatkan oleh petani,” kata Dony.***







