Bey Machmudin Tinjau RSUD Sumedang Pasca Gempa Tenda Kosong, Pasien Kembali Ke Ruangan

FAJARNUSANTARA.COM- Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, melakukan pemantauan terbaru terhadap kondisi RSUD Sumedang setelah gempa bumi yang terjadi pada Rabu (3/1/2024).
Setelah gempa bumi melanda Kabupaten Sumedang pada Ahad (31/12/2023) dengan skala magnitudo 4,8, ratusan pasien RSUD Sumedang dievakuasi dan dirawat di tenda-tenda di Jalan Prabu Geusan Ulun.
Hingga saat ini, tujuh tenda pengungsian masih berdiri kosong karena seluruh pasien telah kembali ke ruangan RSUD Sumedang pada Selasa (2/1/2024).
Tenda-tenda ini tetap berdiri sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi gempa susulan. Dua tenda khusus untuk operasi dan perawatan dari Kementerian Kesehatan RI juga telah diterima untuk membantu operasional RSUD Sumedang yang tetap siaga.
Bey Machmudin memastikan bahwa bangunan RSUD Sumedang, setelah diasesmen oleh Kementerian PUPR, masih aman dan layak untuk ditempati.
Meskipun pasien dikembalikan ke ruangan, tenda tetap berdiri sebagai tindakan pencegahan.
“Ini juga gedungnya setelah diasesmen oleh PUPR tetap layak dan aman untuk digunakan,” tambahnya.
Berdasarkan update dari aplikasi Sitabah Pemkab Sumedang, sebanyak 1.136 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, dengan rincian 876 rusak ringan, 136 rusak sedang, dan 124 rusak berat.
Bantuan dari Provinsi masih menunggu verifikasi lapangan terkait tingkat kerusakan setiap rumah.
Bey Machmudin juga meninjau rumah-rumah yang rusak di Kelurahan Cipamempeuk, mencatat bahwa bantuan untuk rumah rusak berat dapat mencapai Rp60 juta.
“Sumber gempa masih menunggu pendalaman BMKG, jadi kita jangan berkesimpulan apapun. Intinya BMKG minta masyarakat waspada dalam seminggu ini,” ucapnya.**







