Banjir Tahunan, Sukadana dan Cihanjuang Butuh Solusi Cepat

FAJARNUSANTARA.COM- Desa Sukadana dan Cihanjuang kembali menjadi langganan banjir saat musim hujan tiba. Pemerintah desa setempat meminta percepatan normalisasi Sungai Cimande dan peninggian jembatan penghubung Sumedang-Bandung. Sabtu 14 Desember 2024.
Kepala Desa Sukadana, Dadang Supriatna, mengatakan bahwa, setiap kali musim hujan tiba, wilayah RW 03 dan RW 04 di desanya kerap tergenang banjir hingga merendam kurang lebih 200 Kepala Keluarga (KK).

“Kami sudah berkali-kali mengajukan permohonan sesuai dengan tupoksi kami sebagai pemerintah desa. Normalisasi Sungai Cimande harus segera dilakukan. Terutama jembatan penghubung Sumedang-Bandung, yang sudah sangat dangkal sehingga menyebabkan genangan air,” ujar Dadang.
Dadang menegaskan, selain normalisasi sungai, peninggian jembatan yang menghubungkan Sumedang dan Bandung juga harus diprioritaskan.
“Jembatan itu sudah terlalu rendah dan dangkal, jadi air sungai mudah meluap,” ujarnya.
Kami akan terus mengupayakan agar ini masuk prioritas. Warga sudah terlalu sering menderita akibat banjir, wakil rakyat juga sudah langsung monitor ke lokasi banjir semoga saja mereka juga dapat menyampaikan keluhannya, dan didengar oleh pihak terkait,” tutup Dadang.
Hal serupa disampaikan oleh Wakil Sekretaris Desa Cihanjuang, Alzi Nurhakim.
Ia menuturkan, banjir juga rutin melanda wilayah RW 02, RW 03, RW 04, RW 06, RW 07, dan RW 08 di desanya. Sebanyak 300 KK terdampak banjir yang tingginya bisa mencapai setinggi paha orang dewasa.
“Kalau hujan deras, wilayah kami langsung banjir. Tiap tahun kami mengajukan permohonan agar Sungai Cimande dinormalisasi, tapi sampai sekarang belum ada tanggapan. Kami harap BBWS segera menindaklanjuti permohonan ini,” kata Alzi.
Salah satu warga RW 04, Siti Rahma, mengatakan banjir membuat mereka sulit beraktivitas.
“Anak-anak jadi susah sekolah, apalagi kalau air sudah sampai paha. Kami berharap pemerintah benar-benar serius membantu kami,” ungkapnya.
Pemerintah Desa Sukadana dan Cihanjuang mengaku sudah mengirimkan laporan rutin ke pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Namun, hingga saat ini, belum ada tindakan nyata yang dilakukan.**







