Tokoh PUI Soroti Pernyataan Menag Yaqut yang Bikin Gaduh
Tokoh Organisasi Masyarakat Persatuan Ummat Islam, Ahmadi Thaha menyoroti terkait pernyataan Menteri Agama yang menyebutkan Kementrian Agama adalah hadiah Negara bagi Nahdlatul Ulam bukan umat Islam pada umumnya.
Menurutnya, selama ini NU memiliki porsi terbesar dalam mengambil bantuan dari Kemenag.
“Saya sebut mengambil, karena sejatinya bantuan itu dibagi ke semua kelompok kaum muslimin,” tuturnya melalui pesan WhatsApp, Minggu (24/10)
Ia menyebut, Ormas-ormas lain boleh dikatakan hampir tidak kebagian porsi. Menurutnya, kalaupun diberi, jatahnya kecil sekali, dan hanya diberikan ke ormas besar lainnya seperti Muhammadiyah, agar mereka diam tidak bersuara lagi.
Sementara, ia menambahkan, ormas lain yang dari awal diam tidak bersuara, seperti Al-Irsyad, Al-Washliyah, PUI, dan banyak ormas Islam lainnya yang berdiri sebelum kemerdekaan, tidak diberi porsi anggaran memadai.
“Tidak hanya dalam mendapatkan porsi untuk jabatan-jabatan di Kemenag seperti KUA di tingkat bawah, bahkan boleh dikata sebagian besar porsi anggaran pendidikan di Kemenag sudah “dibolduzer” oleh para pejabat NU di Kemenag,” tuturnya.
Untuk itu pihaknya sangat menyayangkan terkait ucapan Menteri Agama yang merupakan kader NU, di kala NU sudah mendapatkan porsi begitu besar di jabatan maupun anggaran Kemenag, masih saja mengeluarkan pernyataan sepihak seperti diungkapkan Menteri Agama dan Ketua Umum PBNU.
“Ini sungguh menyakitkan hati kami sebagai pengurus PUI, salah satu ormas Islam yang lahir sejak 1911, jauh sebelum NU lahir,” pungkasnya.







