DaerahEkonomiPemerintahanSeni dan Budaya

Spektakuler, Milangkala ke-91 Jatinangor Angkat Budaya Sunda Lewat Wayang Golek

FAJARNUSANTARA.COM– Lapang Sepak Bola Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, menjadi pusat perayaan Milangkala Kecamatan Jatinangor yang ke-91 pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Mengusung tema “Jagrag Jagat”, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi warga, tetapi juga mengangkat seni dan budaya Sunda melalui pagelaran wayang golek dengan Judul “Babad Alas Ameur’.

Plt Camat Jatinangor Endang Rohmayudi mengatakan Milangkala menjadi momentum untuk memperkuat kekompakan dan silaturahmi masyarakat dari 12 desa di Kecamatan Jatinangor.

Kegiatan itu sekaligus menjadi ruang untuk mengenalkan kembali seni dan budaya daerah kepada generasi muda.

“Milangkala Kecamatan Jatinangor ini adalah momentum bagi kami untuk menjaga kekompakan, menguatkan silaturahmi satu dengan yang lainnya. Selain itu, kita juga harus meningkatkan kecintaan terhadap budaya kita sendiri,” kata Endang.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Warga dari 12 desa di Kecamatan Jatinangor berdatangan ke Lapang Sepak Bola Jatiroke untuk mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan panitia.

Kelompok ibu-ibu yang tergabung dalam PERWOSI turut memeriahkan acara melalui kegiatan senam bersama. Mengenakan seragam putih-merah, mereka mengikuti senam dengan penuh antusias. Panitia juga menyediakan doorprize yang menambah semarak suasana perayaan.

Memasuki malam hari, suasana berubah ketika pagelaran wayang golek dari Gentra Siloka dimulai. Dalang Gaos Sukmanajaya tampil membawakan pertunjukan di tengah suasana malam yang semakin sejuk. Alunan kendang dan suara nayaga menggema di Lapang Sepak Bola Jatiroke.

Bagi Endang, pelestarian seni tradisional menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya daerah. Ia menilai masyarakat, termasuk generasi muda, perlu mengenal dan ikut merawat kesenian lokal.

“Sumedang itu adalah puser budaya. Otomatis kita harus melestarikan seni budaya kita sendiri supaya lebih dikenal oleh generasi Z,” ujarnya.

Ia mengatakan keberadaan seni dan budaya lokal tidak akan bertahan tanpa keterlibatan masyarakat dalam merawat dan memperkenalkannya kepada generasi berikutnya.

“Kalau bukan kita, sama siapa lagi? Mari kita junjung tinggi seni dan budaya kita sendiri,” kata Endang.

Pagelaran wayang golek kemudian menjadi penutup rangkaian Milangkala Kecamatan Jatinangor. Kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah, masyarakat, dan pelaku seni dalam satu ruang perayaan sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga budaya lokal di tengah perkembangan zaman.**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.
Back to top button