PLN Edukasi Keselamatan Listrik kepada Siswa SMPN 1 Pamulihan
FAJARNUSANTARA.COM— PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumedang mengedukasi siswa dan tenaga pengajar SMPN 1 Pamulihan, Kabupaten Sumedang, mengenai keselamatan ketenagalistrikan. Edukasi tersebut digelar sebagai langkah preventif untuk mencegah kecelakaan akibat penggunaan listrik dan aktivitas di sekitar jaringan listrik.
Kegiatan sosialisasi berlangsung pada Senin, 28 September 2026. PLN memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai cara menggunakan listrik secara aman, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Materi keselamatan mencakup sejumlah potensi bahaya yang kerap ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Di antaranya larangan bermain layang-layang menggunakan tali kawat di dekat jaringan listrik, mendirikan bangunan atau memanjat pohon yang berada terlalu dekat dengan kabel listrik, serta menumpuk steker pada satu stopkontak yang dapat memicu korsleting.
PLN juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan jarak aman atau Right of Way (ROW), khususnya di sekitar jaringan tegangan menengah 20 kilovolt (kV).
Jarak aman minimal yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut adalah tiga meter dari kabel listrik.
General Manager PLN Unit Induk
Distribusi (UID) Jawa Barat, Muhammad Joharifin, mengatakan edukasi keselamatan listrik kepada pelajar penting untuk membangun kesadaran sejak dini.
“Listrik memiliki manfaat yang sangat besar untuk mendukung aktivitas dan masa depan generasi penerus, namun tetap menyimpan potensi bahaya jika tidak digunakan secara tepat,” kata Joharifin.
Menurut dia, pemahaman mengenai keselamatan ketenagalistrikan harus ditanamkan sejak usia sekolah agar para pelajar mampu mengenali potensi bahaya di sekitarnya.
“Menanamkan budaya keselamatan ketenagalistrikan sejak dini adalah benteng utama pencegahan kecelakaan umum. Kami di PLN UID Jawa Barat terus mendorong program edukasi ke sekolah-sekolah agar anak-anak kita tidak hanya cerdas memanfaatkan teknologi kelistrikan, namun juga paham batas aman dan peduli terhadap keselamatan diri serta lingkungannya,” ujarnya.
Manager PLN UP3 Sumedang, Dian Widiana Kuswara, mengatakan pelajar dapat berperan sebagai agen perubahan dengan meneruskan informasi keselamatan listrik kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.
“Sosialisasi di SMPN 1 Pamulihan ini menjadi ruang interaktif agar adik-adik siswa memahami bahwa keselamatan berlistrik dimulai dari kebiasaan kecil di sekitar kita,” kata Dian.
Dia mencontohkan sejumlah kebiasaan sederhana yang perlu dihindari, seperti bermain di sekitar tiang listrik atau memasang benda yang berpotensi menyentuh jaringan listrik.
“Kami ingin mereka lebih peka dan waspada saat beraktivitas di dekat jaringan PLN. Harapan kami, wawasan yang didapat hari ini bisa ditularkan kepada orang tua dan tetangga di rumah, sehingga budaya peduli keselamatan listrik benar-benar mengakar di tengah masyarakat Sumedang,” ujarnya.
Selain memberikan edukasi, PLN mengimbau siswa dan pihak sekolah segera melaporkan potensi bahaya kelistrikan melalui saluran resmi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123.
Potensi bahaya yang perlu dilaporkan antara lain pohon yang mendekati jaringan listrik, kabel yang terkelupas, kabel yang kendur, maupun kondisi lain yang dapat membahayakan masyarakat.
Melalui sosialisasi tersebut, PLN UP3 Sumedang menegaskan bahwa keandalan pasokan listrik perlu berjalan seiring dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan penggunaan listrik.**







