Desa Cileles Santuni 60 Anak Yatim dan Gelar Doa Bersama Sambut 1 Muharram 1448 Hijriah
FAJARNUSANTARA.COM– Pemerintah Desa Cileles bersama alim ulama, para pengusaha, dan masyarakat menggelar santunan bagi 60 anak yatim serta doa bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Cileles pada Senin, 15 Juni 2026.
Kepala Desa Cileles, Duduy Abdul Kholiq, mengatakan peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi seremoni pergantian kalender hijriah, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai spiritual dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, kami mengisi kegiatan dengan istigasah atau doa bersama. Hal ini bertujuan untuk memohon keselamatan sekaligus menjadi momen muhasabah selama satu tahun ke belakang,” kata Duduy. Senin Malam Selasa 15 April 2026.
Selain doa bersama, pemerintah desa menyalurkan santunan kepada 60 anak yatim yang berada di wilayah Desa Cileles. Menurut Duduy, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama antara pemerintah desa, tokoh agama, masyarakat, serta para pelaku usaha yang menjalankan investasinya di Desa Cileles.
“Selain itu ada kegiatan santunan kepada 60 anak yatim sebagai bentuk kepedulian kita bersama, baik pemerintah desa maupun alim ulama. Perlu diketahui bahwa kegiatan ini juga mendapat peran serta dari beberapa investor atau pengusaha yang menjalankan usahanya di desa kami,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi berbagai elemen masyarakat menjadi kekuatan utama dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan saling mendukung.
Menurut Duduy, semangat gotong royong tersebut selaras dengan ajaran Nabi Muhammad SAW tentang pentingnya empat pilar penyangga kehidupan.
“Hal yang mendasari kegiatan ini adalah ajaran Nabi bahwa dunia ini ditopang oleh empat pilar, yaitu ilmunya para ulama, adilnya pemimpin, dermawannya orang-orang kaya, serta doa kaum fakir miskin,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Cileles berharap semangat berbagi dan kebersamaan terus tumbuh di tengah masyarakat. Momentum Tahun Baru Islam juga diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh warga untuk meningkatkan keimanan, memperkuat solidaritas sosial, dan membangun kehidupan desa yang lebih harmonis.***







