DaerahEkonomi

Optimalisasi DBHCHT untuk Peningkatan Produksi dan Kualitas Tembakau di Kabupaten Sumedang

FAJARNUSANTARA.COM – Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Kabupaten Sumedang difokuskan pada peningkatan kapasitas petani tembakau melalui pelatihan, pendampingan budidaya, serta penguatan kualitas hasil produksi. Upaya ini dinilai krusial untuk meningkatkan daya saing tembakau lokal sekaligus mendorong kesejahteraan petani.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Sumedang menempatkan DBHCHT sebagai instrumen strategis dalam memperkuat sektor perkebunan tembakau. Dana tersebut diarahkan untuk pelatihan teknis budidaya, pengelolaan lahan, serta peningkatan mutu hasil panen. Selasa 23 Desember 2025.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, Iwan Gusti, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas petani menjadi kunci utama dalam mendorong produktivitas tembakau.

Peningkatan kapasitas petani tembakau melalui pelatihan dan budidaya tembakau sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tembakau,” kata Iwan Gusti.

Menurut dia, pelatihan yang tepat memungkinkan petani mengelola tanaman secara lebih efektif, mulai dari pemilihan bibit, teknik tanam, hingga penanganan pascapanen. Langkah ini diharapkan mampu mengoptimalkan hasil panen sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Selain pelatihan, strategi budidaya juga menjadi perhatian. Iwan menyebut, penanaman tembakau pada musim penghujan dapat menjadi alternatif selama dilakukan dengan pengelolaan yang cermat.

Curah hujan yang cukup bisa membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, tetapi tembakau tetap membutuhkan perawatan intensif, seperti pemupukan, penyiraman, serta pengendalian hama dan penyakit,” ujarnya.

Aspek mutu hasil panen juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah daerah mendorong petani untuk memperhatikan hasil uji laboratorium tembakau sebagai tolok ukur kualitas.

Hasil laboratorium yang baik akan menentukan kualitas tembakau dan berdampak langsung pada harga jual di tingkat petani,” kata Iwan.

Ke depan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang berencana memperluas cakupan program DBHCHT agar menjangkau lebih banyak petani tembakau.

Kami akan melanjutkan program pelatihan secara berkelanjutan, memperkuat pendampingan di lapangan, dan mendorong petani lain agar ikut meningkatkan kapasitasnya. Tujuannya agar produksi tembakau Sumedang semakin berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Iwan Gusti.**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button