
FAJARNUSANTARA.COM— PLN UP3 Sumedang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul prakiraan BMKG yang menyebut hujan ringan hingga sedang masih akan terjadi di wilayah Sumedang dan Majalengka hingga akhir November. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu banjir dan gangguan kelistrikan.
Manager PLN UP3 Sumedang, Ramdani Agustiyansah, mengatakan seluruh personel kini berada dalam status siaga untuk merespons cepat kejadian di lapangan.

“Kami terus memantau kondisi jaringan dan seluruh personel dalam posisi siaga,” ujar Ramdani saat ditemui dalam kegiatan pemantauan jaringan, Jumat, 14 November 2025.
Ia mengimbau warga terutama yang tinggal di daerah rawan banjir agar lebih berhati-hati menghadapi cuaca ekstrem.
“Setiap hari turun hujan, bahkan sejak pagi. Di wilayah yang berpotensi terjadi genangan atau banjir, agar lebih waspada,” katanya.
Ramdani juga menyampaikan tiga langkah penting yang dapat dilakukan warga ketika air mulai menggenang atau banjir datang:
Memindahkan seluruh alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi.
Mematikan dan mencabut seluruh alat elektronik dari sumber listrik serta mematikan MCB pada kWh meter.
Menghubungi PLN atau melapor melalui aplikasi PLN Mobile bila aliran listrik belum padam saat banjir.
“Ini sangat berbahaya jika tidak segera ditangani, jadi mohon masyarakat langsung berkoordinasi dengan PLN,” tutur Ramdani.
Selain itu, ia meminta masyarakat melaporkan potensi bahaya di sekitar jaringan listrik seperti pohon yang terlalu dekat dengan kabel. PLN akan segera menindaklanjuti laporan dengan pemangkasan atau penebangan.
“Jangan memangkas sendiri tanpa koordinasi dengan PLN, itu demi keselamatan,” katanya.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, memastikan PLN akan terus menjaga keandalan pasokan listrik dengan mengutamakan aspek keselamatan.
“Keselamatan adalah prioritas PLN, baik bagi petugas, masyarakat, maupun infrastruktur kelistrikan,” ujar Sugeng melalui keterangan tertulis.
Menurut dia, PLN juga gencar membangun kesadaran masyarakat tentang keselamatan ketenagalistrikan melalui berbagai media, termasuk sarasehan, siaran radio, dan platform media sosial.
“Dengan pemahaman masyarakat yang tinggi, kami berharap tercipta kolaborasi kuat dalam menjaga pasokan listrik tetap andal dan aman pada kondisi cuaca saat ini,” ucapnya.**







