DaerahNasionalPemerintahanSeni dan Budaya

Tari Cikeruh Sumedang Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Nasional

FAJARNUSANTARA.COM- Tari Cikeruh resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh Kementerian Kebudayaan RI. Penetapan ini menambah daftar karya budaya asal Kabupaten Sumedang yang diakui secara nasional.

Pengumuman dilakukan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Benny Bachtiar, bersama tim WBTb Jawa Barat, usai sidang penetapan yang digelar Kementerian Kebudayaan RI pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, menyampaikan apresiasi tinggi atas pengakuan tersebut. Ia menilai penetapan ini menjadi bukti nyata bahwa kesenian tradisional Sumedang masih hidup dan relevan di tengah modernisasi.

Baca Juga :  Satpol PP Sumedang Awasi Penertiban PKL Depan Kahatex, Sebagian Pedagang Mulai Bongkar Lapak

“Atas nama pribadi dan pemerintah, saya memberikan penghargaan kepada para seniman, tokoh masyarakat, dan pegiat budaya yang telah berjuang keras menjaga tradisi dan budaya Sumedang tetap hidup,” ujar Fajar Aldila, Minggu 12  Oktober 2025.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih khusus kepada Uus Kuswendi, praktisi pelestari seni budaya Cikeruh, dan Moh. Budi Akbar, Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Sumedang, yang dinilai berperan besar dalam memperjuangkan pengakuan tersebut.

Baca Juga :  Surat Keputusan 5.408 PPPK Paruh Waktu Resmi Diserahkan pada HUT KORPRI di Sumedang

Menurut Fajar, penetapan Tari Cikeruh sebagai WBTb bukan hanya sekadar penghargaan, tetapi juga amanah untuk terus menjaga dan mengembangkan identitas budaya daerah.

“Status WBTb ini bukan sekadar simbol budaya, tetapi bagian dari identitas masyarakat Sumedang yang masih lestari hingga kini,” katanya.

Ia berharap, pengakuan ini dapat menjadi semangat baru bagi generasi muda Sumedang untuk mencintai dan melestarikan budaya sendiri.

“Saya berharap Tari Cikeruh bahkan bisa diajukan sebagai warisan dunia ke UNESCO. Karena selain Tarawangsa, Tari Cikeruh juga merupakan identitas budaya yang sangat dibanggakan oleh masyarakat Sumedang,” tutur Fajar.

Baca Juga :  PPM UNPAD Hadirkan KKN Internasional di Jatiroke, Libatkan 16 Negara

Pemerintah Kabupaten Sumedang, lanjutnya, akan terus berkomitmen menjaga keberlanjutan warisan budaya leluhur agar tetap dikenal dan diapresiasi lintas generasi.

“Pemkab Sumedang memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa tradisi dan kearifan lokal tetap hidup dan dikenal dunia. Ini bukan sekadar soal status, tetapi tentang menanamkan kebanggaan terhadap warisan budaya,” ujarnya menegaskan.**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button