Wabup Sumedang Fajar Tinjau Jalan Rusak Pasir Huni–Jingkang-Cisumur, Janjikan Perbaikan Bertahap

FAJARNUSANTARA.COM- Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila meninjau langsung kondisi jalan rusak di ruas Pasir Huni–Jingkang dan Jingkang–Cisumur, Kecamatan Tanjungmedar, pada Sabtu, 17 Mei 2025. Peninjauan ini dilakukan sebagai respons atas keluhan warga yang viral di media sosial.
“Sebetulnya kami setiap tahun terus lakukan perbaikan. Tapi karena sifatnya bertahap, masyarakat tidak bisa melihat hasilnya secara menyeluruh,” kata Fajar saat ditemui di lokasi.
Dalam kunjungan tersebut, Wabup didampingi oleh Kabid Bina Marga Dinas PUTR Deni Syafarat dan Camat Tanjungmedar Idi Suhandi. Mereka meninjau langsung sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan cukup parah dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Fajar menyebut, Pemerintah Kabupaten Sumedang telah mengalokasikan dana sebesar Rp 500 juta pada APBD 2025 untuk penanganan ruas jalan tersebut. Ia juga menyatakan anggaran itu akan ditambah melalui APBD Perubahan mendatang.
Selain pengaspalan, tim teknis dari Dinas PUTR akan melakukan kajian teknis terkait kontur tanah yang labil, pelebaran jalan di titik-titik rawan, serta perbaikan saluran drainase yang tertutup akibat pergerakan tanah.
“Ini akan jadi PR serius. Makanya harus dikaji secara menyeluruh,” ujarnya.
Wabup juga meminta agar Camat Tanjungmedar segera berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. Ia menyoroti aktivitas perusahaan yang menggunakan alat berat dan truk bermuatan besar sebagai salah satu faktor penyebab kerusakan jalan.
“Tolong perusahaan-perusahaan ini digugah rasa tanggung jawabnya. Jangan hanya mengeruk keuntungan dari Sumedang, tapi tidak ada kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya,” ucap Fajar.
Ia menambahkan, perubahan iklim yang tak menentu turut memperparah kerusakan jalan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menjaga infrastruktur jalan.
Menutup kunjungannya, Wabup menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan perbaikan jalan. Ia menegaskan bahwa lambatnya penanganan bukan disebabkan kelalaian, melainkan keterbatasan fiskal daerah.
“Makanya saya dorong terus peningkatan PAD. Jika kekuatan fiskal Sumedang kuat, maka kita bisa bergerak cepat tanpa harus menunggu APBD Perubahan,” tuturnya.**







