EkonomiPendidikan

Koperasi Indonesia Menuju Kemajuan, Solusi bagi Masyarakat yang Lebih Baik

FAJARNUSANTARA.COM- Dalam menghadapi Era 5.0 yang menjadi gejolak dunia, koperasi Indonesia mengambil langkah serius untuk tetap relevan dalam perekonomian dan masyarakat yang terus berubah. Senin 16 Oktober 2023.

Era 5.0, yang dikenal sebagai babak baru dalam perjalanan masyarakat dan bisnis, didorong oleh teknologi canggih, konektivitas yang tak tertandingi, dan perubahan sosial yang mendalam. Koperasi, sebagai elemen kunci dalam ekonomi, harus beradaptasi dengan cepat untuk tetap menjadi agen perubahan yang memberikan dampak positif pada masyarakat.

Pada kesempatan ini, Ikopin University bersama Asosiasi Dosen dan Peneliti Koperasi Indonesia (ADOPKOP) menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Revitalisasi Koperasi Melalui Peningkatan Keunggulan Koperasi dalam Era 5.0”. Acara ini diadakan secara hibrid, dengan peserta yang hadir di Graha Suhardani Ikopin University dan melalui platform Zoom Meeting serta YouTube IKOPIN TV.

ADOPKOP, wadah gerakan koperasi yang dideklarasikan oleh para akademisi Indonesia pada tahun 2004 di Universitas Airlangga Surabaya, memainkan peran penting dalam mengorganisir acara ini.

Seminar ini dihadiri oleh beragam peserta, termasuk seluruh dosen Ikopin University, anggota ADOPKOP, mahasiswa Ikopin University, serta para pengajar ekonomi dan perkoperasian dari berbagai wilayah seperti Jawa Timur, DKI Jakarta, dan provinsi lainnya.

Acara dimulai dengan upacara menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ketua Umum ADOPKOP, Dr. M. Fathorrazi, M.Si, menekankan pentingnya menggali keunggulan koperasi melalui seminar ini dan mengembangkan koperasi di masa depan.

Rektor Ikopin University, Prof. Dr. Ir. Agus Pakpahan, M.S., dan perwakilan Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM, Ahmad Zabadi, juga memberikan sambutannya.

Moderator acara, Dr. Sutikno, S.E., M.E., dari Universitas Trunojoyo Madura, memandu jalannya seminar. Tiga pembicara utama yang hadir adalah Prof. Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi, M.Si, Prof. Dr. Ir. Agus Pakpahan, M.S., dan Irpan Sadikin, M.M., K.M.T., yang membahas berbagai aspek revitalisasi koperasi.

Setelah penyampaian materi, peserta aktif dalam sesi diskusi panel, menunjukkan antusiasme yang tinggi. Acara diakhiri dengan pemberian sertifikat dan cinderamata oleh Rektor Ikopin University, disertai dengan nyanyian lagu “Aku Cinta Koperasi.”

Rektor IKOPIN University, Prof. Dr. Ir. Agus Pakpahan, M.S., menegaskan bahwa revitalisasi koperasi adalah kunci keberlanjutan. Koperasi bukanlah konsep usang, tetapi merupakan solusi untuk masyarakat yang lebih baik.

Pola pikir “majulah bersama” dalam koperasi menciptakan kemenangan bersama, sementara kompetisi seringkali mengakibatkan kekalahan bagi sebagian pihak. Koperasi membutuhkan inovasi dan kolaborasi di antara dosen koperasi dan bidang lainnya.

Konsep gotong royong dalam koperasi adalah hal yang sangat penting, dengan lebih dari 200 juta orang yang dapat berkontribusi. Koperasi memiliki tiga komponen utama, yaitu simpanan wajib, simpanan pokok, dan simpanan sukarela, serta penyertaan, yang dapat mendorong kemajuan Indonesia.

Koperasi juga perlu mengadopsi teknologi modern untuk mengelola kontribusi dan kolaborasi secara efisien. Ini adalah nilai yang telah diteruskan dari generasi ke generasi.

Ketika membahas rentenir dan pinjol, pasar modal yang lebih baik dapat menjadi solusi. Indonesia dapat maju lebih cepat melalui koperasi yang kompeten, diawasi oleh anggotanya, untuk anggotanya. Koperasi yang kuat dapat mengurangi eksistensi rentenir dan pinjol, membawa kemajuan bagi negara.***

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button