Sumedang Ditunjuk Untuk Mengembangkan Metode Berhitung GASING di Jawa Barat

FAJARNUSANTARA.COM,- Pengembangan Program Pandai Berhitung dengan metode Gampang Asik dan Menyenangkan (Gasing) bagi Siswa Sekolah Dasar yang diperkenalkan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang diapresiasi Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.
Bupati mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi positif, Sumedang telah ditunjuk sebagai daerah untuk mengembangkan GASING di Jawa Barat.
“Metode gasing untuk pembelajaran matematika adalah bagaimana caranya agar pelajaran matematika ini dapat dipahami oleh peserta didik secara mudah,” kata Bupati Dony di Gedung Negara Sumedang, Sabtu (4/2).
Lebih lanjut kata Dony, program ini tinggal dilaksanakan dan dimaksimalkan sebaik-baiknya oleh para guru dan siswa yang tengah mengikuti pelatihan program GASING.
“Saya berharap, setelah mengikuti pelatihan metode GASING bisa berdampak secara lebih luas lagi,” kata Dony.
Sementara itu menurut Kepala Disdik Sumedang, Agus Wahidin, metode GASING adalah suatu metode pembelajaran langkah demi langkah yang membuat anak menguasai materi secara gampang, asyik dan menyenangkan.
“Kunci metode GASING ini adalah proses langkah demi langkah, yang disusun sedemikian rupa sehingga penguasaan materi dibangun dari pemahaman materi sebelumnya,” katanya.
Kendati demikian, Agus menjelaskan, dalam pembelajaran metode GASING ini anak-anak diajak bermain dan bereksplorasi dengan alat peraga sehingga benar-benar terasa dan terbayang konsep yang ingin disampaikan.
Sebagaimana diketahui, metode GASING ditemukan oleh Prof. Yohanes Surya PhD., yang sebelumnya telah melakukan penelitian dalam menemukan suatu pembelajaran sains yang mudah diterima oleh siswa, mudah diajarkan oleh guru serta membuat peserta ajar merasa asyik juga menyenangkan.
Prof. Yohanes sangat mengapresiasi kinerja Pemkab Sumedang yang terus berusaha sebaik mungkin demi mencerdaskan warganga sejak dini.
“Kami hadir di Kabupaten Sumedang bersama tim supaya menjadi senter di Jawa barat bahkan di seluruh Indonesia, karena metode ini akan di endores oleh Presiden RI bagi negara-negara yang lainya,” kata Prof. Yohanes.







