6 Tahun Jumat Berkah, 1000 Kantong Darah, Rp50 Juta Kredit Rakyat Tidak Membuat Caleg PKS Ini Menang
FAJARNUSANTARA.COM — Gagan Gandana eks-Caleg PKS Dapil 1 Sumedang mengatakan bahwa kebaikan apapun yang kita lakukan bisa kalah dengan orang yang pura-pura baik atau yang baiknya hanya 5 tahun sekali. Hal tersebut dia sampaikan kepada fajarnusantara.com, Minggu (17/3) melalui pesan whatsapp.
“Sejak tahun 2019, saya sudah mempersiapkan diri untuk maju dalam kontestasi politik ditahun 2024 melalui PKS. Ada beberapa hal yang saya lakukan agar menang yaitu Jum’at berkah, program donor darah dan koperasi sat set sat set. Kegiatan ini memang sangat sederhana, tapi inilah yang mampu saya berikan dalam melayani kebutuhan masyarakat” tuturnya.
Bos dari toko Gagan Parfum ini melanjutkan bahwa Jumat berkah dan donor darah bukan aji mumpung atau mempolitisasi suatu program kemasyarakatan.
“Jumat berkah, dimulai dari tahu 2018 berupa paket makan berat sebanyak 100 bok yang saya bagikan setelah shalat Jum’at di hampir semua desa dan kelurahan di dapil 1. Untuk total jumlah dan biaya silahkan hitung sendiri” ungkapnya.
Sambung Gagan “Adapun untuk donor darah sebetulnya yang saya usahakan itu adalah ketersedian darah berupa pendonor. Contohnya seperti ini, ada yang butuh darah tertentu saya bantu penyediannya dengan cara menghubungi rekan, teman, share fb, bahkan tidak jarang saya sayembarakan kepada siapapun yang mau donor. Perminggu kurang lebih 15-30 orang darah tersedia kepada yang membutuhkan. Silahkan hitung berapa total dari 21 April 2019 hingga sekarang darah yang telah tersalurkan” ujarnya.
Gagan melanjutkan, “ini yang paling sedih. Saya membentuk sebuah “koperasi” yang mana sebenarnya ini bukan koperasi sesunggunya yang ada badan hukumnya. Ini adalah sebuah perjuangan saya di kesejahteraan umat, dimana saya membuka titipan uang dan meminjamkan uang. Program ini ini sama sekali tidak ada bunga dan potongan, total nasabah yang ada 200 orang dan total pinjaman yang saya bantu lebih dari Rp.50 juta sejak 2019. Saya tahu alamatnya, walaupun saya tidak kerumahnya. Ketika dicek di TPSnya, sama sekali tidak ada yang memilih saya” lanjutnya.
Gagan yang punya 600an suara ini tidak menyesal, namun menyayangkan atas respon dari konstituen terkait perjuangan yang diberikan.
“Saya tidak menyesal, namun saya menyayangkan. Sekalipun benar ada serangan fajar berupa bagi-bagi uang harusnya konstituen memilih dengan hati nurani bukan memilih karena uang. Bukan saya, saya kasihan kepada orang baik yang ingin berjuang di dewan yang harus menerima kenyataan bahwa sebar uang / sogokan yang kata guru ngaji saya adalah uang haram tapi diterima berbeda dengan yang sudah lama berjuang untuk melayani masyarakat”.
“Mungkin memang hanya oknum, namun saya menduga ada yang menang di pemilu sekarang ini karena uang dan saya khawatir kinerja pemenang tersebut loyo disebabkan harus mengembalikan uang yang telah dikeluarkan yang berakibat program-program yang seharunya menjadi hak masyarakat terhabat dalam realisasinya”.
Pada akhirnya yang berjuang kalah dengan yang beruang, yang tulus kalah dengan yang berfulus, tutupnya”. (lga)








Mantap bos gagan. Saya mengenal beliau sejak bareng kerja di pabrik polyfin. Orangnya amanah, pekerja keras dan tulus membantu. Kebaikan tidak akan salah balasannya. Semoga panjang umur sehat selalu , usaha maju dan tetap berbuat baik. Aamiin