
FAJARNUSANTARA.COM – Komisaris Persib Bandung, H. Umuh Muchtar, menegaskan bahwa tim Maung Bandung tetap menargetkan juara di ajang Piala Presiden meskipun kondisi skuad belum sepenuhnya siap.
Ia juga menolak dana bantuan yang dianggap tidak jelas asal-usulnya, meski sebelumnya sempat dijanjikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Untuk Piala Presiden, kita jelas menargetkan juara. Tapi kita juga harus lihat situasi karena para pemain belum lengkap dan belum diumumkan,” kata Umuh, Senin, 23 Juni 2025.
Ia menyebutkan keputusan akhir akan diserahkan kepada pelatih Persib Bandung, termasuk soal pemilihan pemain dan kesiapan tim.
“Kita lihat saja dan serahkan semuanya kepada pelatih. Untuk para pemain, akan secepatnya diumumkan,” ujar pria yang akrab disapa WHU itu.
Terkait bantuan dana dari Pemprov Jawa Barat, Umuh secara terbuka menyampaikan kekecewaannya. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya dijanjikan bantuan sebesar Rp1 miliar, namun yang diterima hanya Rp300 juta lebih.
“Katanya itu dari ASN Pemprov. Tapi sampai sekarang jujur saja saya belum lihat dan belum menerima. Kenapa tidak diterima? Kan mereka sudah janji serta diumumkan. Harusnya jangan diumumkan dulu ke publik,” tuturnya.
Menurut Umuh, dana tersebut sangat berisiko jika tidak disertai kejelasan administrasi. Ia menegaskan bahwa Persib tidak akan menerima bantuan tersebut, apalagi tanpa susunan penyumbang yang jelas dan tanda tangan yang sah.
“Kalau tidak jelas, Persib tidak mau dikotori. Sekarang pun kalau ada lagi Rp1 miliar, kita tidak akan terima. Itu sangat riskan,” tegasnya.
Meski begitu, ia menekankan bahwa target utama Persib di ajang pramusim tetap tidak berubah.
“Saya berharap, tetap saja bahwa Persib punya target di Piala Presiden: harus juara,” katanya.**.







