
FAJARNUSANTARA.COM,- Dusun Citali, Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, mengadakan momen spesial setiap tanggal 8 Hijriah dengan menjalankan tradisi Hajat Lembur. Rabu 26 Juli 2023.
Kegiatan tahunan ini telah menjadi bagian dari rutinitas yang dijalankan warga sejak hampir lima tahun terakhir. Dengan penuh semangat dan kebersamaan, tradisi ini berhasil menyatukan seluruh warga Dusun Citali dalam satu acara untuk mencari berkah dan keselamatan wilayah.
Para tokoh masyarakat dari berbagai lapisan, baik dari kalangan agama maupun adat, ikut hadir dalam acara yang berlangsung sukses ini.
Tampak pula kehadiran para tokoh pemuda, serta perwakilan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Citali. Acara ini juga dihormati dengan kehadiran perwakilan dari Kepala Desa, yang kali ini diwakili oleh ketua MUI Desa.
Dalam kesempatan tersebut, Ujang Kangkung, yang mewakili Ketua Adat Dusun Citali, Ayah Dedi, menyampaikan betapa berartinya tradisi Hajat Lembur bagi masyarakat setempat.
Meskipun ada beberapa kendala, terutama dalam pemahaman makna tradisi akibat penggunaan bahasa Sunda Buhun, namun hal ini tidak menyurutkan semangat warga untuk menyambut dan aktif berpartisipasi dalam acara ini.
“Hajat Lembur adalah bentuk rasa syukur kami kepada Tuhan atas berbagai berkah yang telah diberikan. Selain itu, tradisi ini juga menjadi sarana untuk menjaga keamanan, ketentraman, dan kesejahteraan wilayah kami,” ungkap Ujang dengan tulus.
Dikatakannya, Tradisi Hajat Lembur sendiri telah menjadi bagian dari warisan leluhur sejak era 2000-an.
“Sebagai generasi penerus, masyarakat Dusun Citali berkomitmen untuk melestarikan adat budaya nenek moyang mereka serta menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung dalam acara ini,” tandasnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan, dengan kerendahan hati, warga berharap agar tradisi Hajat Lembur tidak hanya terjaga dan dilestarikan di wilayah mereka, tetapi juga berharap dapat diadopsi dan dilaksanakan di berbagai daerah lainnya.
“Hal ini diharapkan dapat menjadi bentuk pengamalan adat, istiadat, dan budaya khas Sunda yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal yang dapat menguatkan persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.**







