NasionalPolitik

Terkait Hasil KLB Partai Demokrat di Deli Serdang, Ini Pernyataan AHY Tentang Pesertanya

FAJARNUSANTARA.COM, JAKARTA – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar konferensi pers di Jakarta pada Jumat (5/3/2021) sore tadi. Hal ini, terkait hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Hotel The Hill Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021).

Dalam KLB Partai Demokrat itu, Moeldoko terpilih sebagai Ketua Umumnya. Namun disebutkan AHY, Partai Demokrat mengklaim, 93 persen pemilik suara sah tidak mengikuti KLB itu. 

Baca Juga :  Bersumber Anggaran Provinsi Jalan Cileutik Akan Diperbaiki Tahun Ini

“Sampai dengan tadi pagi, sekitar 93 persen pemilik suara sah berada di tempatnya masing-masing. Mereka tidak melakukan penerbangan ke Sumatera Utara,” ucapnya, seperti dikutip dari Tribunnews.com.

AHY pun mengklaim, bahwa dirinya telah memegang surat pernyataan kesetiaan dan penolakan KLB dari para ketua DPD dan ketua DPC partai di seluruh Indonesia. AHY juga memastikan, bahwa surat pernyataan kesetiaan itu menyatakan, para peserta KLB di Deli Serdang bukanlah pemilik suara sah.

Baca Juga :  Bersumber Anggaran Provinsi Jalan Cileutik Akan Diperbaiki Tahun Ini

“Sekali lagi saya katakan, peserta KLB ilegal tadi bukanlah pemilik suara yang sah. Mereka kebanyakan para mantan kader yang sudah dipecat, sudah diberhentikan secara tidak hormat,” tegasnya.

Kendati demikian, AHY mengakui, ada sejumlah ketua DPC yang mengikuti Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPKPD). Berdasarkan catatan dirinya, ada 34 ketua DPC partai yang mengikuti GPKPD itu. Namun dirinya memastikan, mereka semua telah digantikan jauh sebelum KLB itu terlaksana.

Baca Juga :  Bersumber Anggaran Provinsi Jalan Cileutik Akan Diperbaiki Tahun Ini

“Memang ada sejumlah ketua DPC yang terpapar gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat yang sah ini. Semua itu ada 34 yang saya catat, berdasarkan laporan dari lapangan dan berbagai sumber. Mereka juga sudah di PLT, sebelum KLB dimulai. Jadi sekali lagi, tidak ada pemilik hak suara yang sah dalam KLB tersebut,” sambungnya. (**)

Selengkapnya
Back to top button