Sumedang Uji Coba Tembakau Musim Hujan, DPKP: Masa Tanam Bisa Diperluas

FAJARNUSANTARA.COM— Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) tengah mengkaji kemungkinan penanaman tembakau di musim hujan. Selama ini, tembakau hanya dibudidayakan saat musim kemarau dengan masa tanam terbatas.
“Saat ini, kami sedang melakukan kajian teknis terkait penanaman tembakau di musim hujan. Jika berhasil, masa tanam bisa diperluas dan produktivitas tidak lagi terpaku pada musim kemarau,” kata Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Sumedang, Iwan Gustiawan, Selasa, 24 Juni 2025.
Menurut Iwan, pengembangan masa tanam ini menjadi peluang baru bagi petani untuk meningkatkan pendapatan, terlebih di tengah dinamika harga tembakau dan tantangan iklim yang tidak menentu.
Sebagai langkah awal, DPKP telah menggencarkan sosialisasi kepada kelompok petani tembakau terkait potensi penanaman di luar musim tradisional. Meski begitu, ia mengakui proses pemberdayaan belum merata karena jumlah dan sebaran petani yang cukup luas.
“Jumlah petani cukup banyak, jadi pendekatannya bertahap. Tapi arah kebijakan kami jelas yaitu untuk peningkatan kesejahteraan dari hulu ke hilir,” ujarnya.
Tak hanya sebatas uji teknis dan sosialisasi, DPKP juga mendorong kolaborasi antara petani dan pelaku industri melalui pertemuan rutin. Tujuannya memperkuat rantai pasok dan membuka akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat, agar komoditas tembakau benar-benar memberikan nilai tambah bagi petani, khususnya di Sumedang,” tegas Iwan.
Menanggapi persoalan harga yang kerap berfluktuasi, Iwan menyebut petani Sumedang telah tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), yang juga berfungsi sebagai korporasi untuk menjaga stabilitas harga dan distribusi hasil panen.
“Dengan memanfaatkan DBHCHT, kami terus berupaya meningkatkan kapasitas para petani tembakau di Sumedang,” tambahnya.
Upaya ini diharapkan mampu menghadirkan model pertanian tembakau yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim sekaligus memperluas ruang ekonomi bagi petani di Kabupaten Sumedang.**







