Sumedang Luncurkan Gerakan Zero Bullying: Pendidikan Berlandaskan Kasih Sayang

FAJARNUSANTARA.COM- Kabupaten Sumedang resmi meluncurkan Gerakan Zero Bullying Pelajar dan Pendidikan Berbasis Kasih Sayang sebagai langkah konkret untuk menanggulangi perundungan di lingkungan pendidikan.
Pj. Bupati Sumedang, Herman Suryatman, menyoroti peran inspiratif almarhum Bu Een Sukaesih, Guru Qolbu yang menjadikan kasih sayang sebagai landasan pendidikan.
Meski dalam keterbatasan, Bu Een berhasil membimbing anak didiknya dengan memberikan kasih sayang, membentuk karakter yang kuat.
Herman menekankan bahwa penguatan pendidikan karakter menjadi kunci utama dalam mencegah perilaku bullying.
“Kasih sayang adalah hulu pendidikan, dan Gerakan Zero Bullying ini adalah langkah untuk menjadikan Sumedang sebagai tempat lahirnya pemimpin masa depan yang berkualitas,” ujar Herman.
Dalam peluncuran ini, Herman menjelaskan bahwa upaya mencegah bullying berbasis kasih sayang adalah salah satu ikhtiar Sumedang dalam mencetak generasi penerus yang cerdas dan berkarakter.
“Harapannya, anak didik kita tumbuh sebagai pemimpin masa depan yang cerdas, berkarakter, dan penyayang,” tambahnya.
Menurut Psikolog Klinis RSUD Risma Wiastuti, pencegahan bullying perlu dilakukan secara masif, mengingat dampaknya yang sering kali mencakup gangguan kesehatan mental pada korban bullying.
“Dengan edukasi yang baik, peran aktif orang tua, dan keterlibatan seluruh perangkat sekolah, diharapkan anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal,” ungkap Wiastuti.
Sumedang berkomitmen untuk terus memperkuat pendidikan berbasis kasih sayang sebagai fondasi utama dalam membangun lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan positif anak-anak.
Gerakan Zero Bullying ini diharapkan dapat menjadi tonggak awal menuju pendidikan yang bebas dari rasa takut dan penuh dengan kasih sayang.**







