DaerahPemerintahan

Sumedang, Kabupaten Terdepan Penurunan Stunting di Jawa Barat: Angka Stunting Turun 24% dalam 4 Tahun

FAJARNUSANTARA.COM,-Kabupaten Sumedang menjadi sorotan pertama dalam penilaian aksi konvergensi penurunan stunting di Provinsi Jawa Barat. Pada Selasa (4/7/2023), Tim Penilai Kinerja Kabupaten Kota melakukan ekspose yang dilaksanakan secara virtual.

Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sumedang mengikuti penilaian tersebut dari Command Center, yang berada di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS).

Dalam acara tersebut, Wakil Bupati Sumedang, H. Erwan Setiawan, S.E., memaparkan berbagai materi terkait penanganan stunting di kabupaten tersebut. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Jabar, drg. Ema Rahmawati, MKM.

Baca Juga :  Reses Ceria, Lady Puspita Serap Keluhan Warga Soal Bansos hingga Pemekaran Desa di Jatinangor

Erwan Setiawan menyampaikan bahwa tahun 2023 merupakan tahun keempat bagi Sumedang dalam melaksanakan Delapan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting.

“Sejak ditetapkan sebagai salah satu dari seratus kabupaten/kota prioritas penurunan stunting pada tahun 2018, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang berkomitmen untuk secara progresif menurunkan angka stunting melalui strategi, inovasi, dan kolaborasi secara optimal,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan keberhasilan yang signifikan dalam penurunan Angka Stunting setiap tahunnya.

“Alhamdulillah, Kabupaten Sumedang berhasil menurunkan angka stunting dari 32,27 persen pada tahun 2018 menjadi 8,27 persen pada tahun 2022, atau mengalami penurunan sebesar 24 persen dalam empat tahun,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Sumedang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Sehat di Jatinangor Walkers Fest 2025

Namun demikian, Wakil Bupati Erwan Setiawan menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan melalui TPPS, baik dalam aspek regulasi, manajerial, maupun sosial.

“Tujuannya adalah mencapai “Sumedang Zero New Stunting” atau tidak ada kasus stunting baru di daerah tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Herman Suryatman menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang fokus pada skema “Zero New Stunting”, yang bertujuan untuk mencegah adanya kasus stunting baru.

“Meskipun sempat kecewa dengan data yang di-publish oleh SSGI yang menunjukkan peningkatan lima poin, pihaknya tetap optimistis bahwa Sumedang akan menjadi daerah terdepan dalam penanganan stunting di tahun 2023,” tegasnya.

Baca Juga :  Program Keluarga Berencana di Tengah Tantangan Multidimensi

Ia juga menyebut bahwa pihaknya siap menghadapi konfrontasi dan siap menerima kunjungan langsung dari Menteri Kesehatan untuk melakukan cross-check data di lapangan. Data yang diunggulkan adalah data EPPG yang terintegrasi dengan aplikasi Simpati.

“Dengan upaya yang terus ditingkatkan dan komitmen yang kuat, Sumedang berharap dapat memberikan kontribusi signifikan dalam penurunan kasus stunting di Jawa Barat,” pungkasnya.**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button