Sumedang Dapat Dukungan Gubernur untuk Pengolahan Sampah

FAJARNUSANTARA.COM- Pengelolaan sampah di kawasan Bandung Raya kembali menjadi sorotan. Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menangani persoalan persampahan, termasuk peningkatan kualitas Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) di daerahnya.
“Alhamdulillah Sumedang sendiri sampah ini masih bisa tertangani dengan TPSA yang ada dan kita akan upgrade jadi controlled landfill. Sudah kita anggarkan di APBD Perubahan,” ujar Dony usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengelolaan Persampahan dan Lingkungan Hidup se-Priangan di Gedung Pakuan, Bandung, Senin, 5 Mei 2025.
Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, didampingi Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman. Kegiatan ini dihadiri para bupati dan wali kota dari wilayah Priangan Timur hingga Bandung Raya.
Terkait TPSA Cijeruk, Dony mengungkapkan saat ini pemerintah tengah memproses pembebasan lahan untuk akses jalan menuju lokasi tersebut. Ia pun menyambut baik dukungan Pemprov Jabar yang menyetujui pembangunan jalan ke TPSA itu.
“Alhamdulillah Pak Gubernur telah menyetujui pembangunan jalannya akan dibantu oleh provinsi sehingga TPSA Cijeruk nanti pengolahannya dengan proses sanitary landfill bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Sekda Jawa Barat Herman Suryatman mengungkapkan bahwa kapasitas TPA Sarimukti yang menjadi andalan Bandung Raya semakin menipis.
“Zona 3 Sarimukti tinggal 41 hari lagi. Tapi kami sudah antisipasi. Zona 5 sedang dalam tahap finishing dan ditargetkan operasional pertengahan Juni,” ujar Herman.
Ia menekankan bahwa ketergantungan pada TPA Sarimukti tidak dapat berlanjut.
“Tadi dalam rapat Pak Gubernur menyampaikan bahwa tidak bisa kita hanya mengandalkan Sarimukti. Harus ada upaya progresif dari kabupaten dan kota. Kita akan perjuangkan bersama-sama, gotong royong,” katanya.
Sebagai solusi jangka menengah, Pemprov Jabar akan menyediakan insinerator berbasis teknologi Motah yang mampu mengolah 10 ton sampah per hari.
“Kita butuh sekitar 84 insinerator tambahan. Proyeksinya senilai Rp 117 miliar dan akan dibagi secara gotong royong antara provinsi dan kabupaten/kota,” jelas.**







