Sekda Kabupaten Sumedang Berikan Arahan, Bahas Penanganan ODGJ

FAJARNUSANTAR.COM- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang, gelar Pertemuan Lintas Sektor, Bimbingan Teknis Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM), Pelayanan Kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat (dan Non Fisik) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor. Jum’at (14/10).
Sementara menurut Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumedang dr. Reni Kurniawati Anton mengatakan, pihaknya menggelar pertemuan dengan lintas sektor yang terkait, baik itu Dinsos, RSUD, Pol PP dan membahas tentang Tim PPKJM atau tim Pelaksana kesehatan jiwa masyarakat.
“Kita lakukan kegiatan ini, sebagai bentuk koordinasi dan kolaborasi dan komunikasi, bagaimana penanggulangan ODGJ karena tentang kesehatan jiwa sudah diamanatkan bahwa pemerintah harus berperan untuk menanggulanginya,” katanya.
Ia menambahkan, dalam menangani masalah ODGJ tidak hanya dilakukan oleh sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi pentahelix dengan para SKPD, seperti dinkes untuk kesehatannya, rumah sakit dengan rujukannya bagi pasien, dinas sosial juga berperan sama dengan Satpol PP, sehingga pemerintah bisa hadir dalam hal ini.
“Gubernur Jabar Ridwan Kamil sudah memberikan arahan dengan peraturan gubernur tidak ada lagi pemasungan terhadap ODGJ harus bebas pasung, termasuk arahan sekda kabupaten Sumedang yakni kami harus lebih bekerja keras,” tambahnya.

Sementara, Sekda Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman mengatakan, untuk penanganan ODGJ di Sumedang belum terkondisi dengan baik dalam hal penanganannya,
Kendati demikian, berangkat dari masalah itu, Bupati Sumedang memberikan pengarahan dan langsung kordinasi untuk menyiapkan piranti dan perangkat yang dibutuhkan supaya tidak terulang kembali seperti kemarin dimanapun tempatnya di wilayah Sumedang ada ODGJ bisa ditangani dengan cepat.
“SKPD yang terkait nanti akan bahu membahu melakukan penanganan dengan cepat sesuai dengan SOP, dalam hal penanganan ODGJ dan fokus yang kami lakukan bisa sampai sehat kembali,” katanya.
Menurutnya, satu sisi ada tugas pokok dan fungsi, tetapi dari sisi yang lainnya bagaimana ini harus ditangani, akan bentuk Tim khusus nanti, apabila ada miskomunikasi lintas SKPD mungkin ada keterbatasan SDM mungkin juga biaya.
“Mudahan-mudahan kejadian kemarin jadi cermin bagi teman-teman, tapi nanti jika ada kejadian ada tim reaksi cepat ke lapangan supaya bisa secepatnya ditangani jika ada ODGJ yang ngamuk demi keamanan dan ini bukan hanya tugas trantib saja tapi ini kemanusiaan,” katanya.







