Peristiwa

Segerombolan Monyet Turun Gunung Jatinangor. Apakah Itu Merupakan Tanda Bencana?

Ada empat monyet liar turun ke permukiman warga di Jatinangor, mulai dari Bgg ke Cikuda kemarin ada di wilayah Desa Sayang lalu Desa Mekargalih, yang mana sebelumnya monyet-monyet tersebut menurut informasi berada di wilayah Bandung.

Fenomena alam monyet ekor panjang itu bikin warga resah disamping itu, ada yang menyangkutpautkan sebagai tanda-tanda bencana alam.

Kemunculan primata itu dipastikan BMKG bukan sebagai tanda bencana, termasuk gempa bumi atau aktivitas sesar Lembang.

BMKG memastikan kemunculan primata itu bukan sebagai tanda bencana.

Ajeng Marina Utamie selaku Staf Observasi Gempa Bumi BMKG Stasiun Geofisika Bandung mengatakan, hasil pemantauan BMKG, belum ada aktivitas sesar Lembang hingga saat ini.

Deden Aceng (29), salah satu warga yang rumahnya kedapatan dikunjungi monyet menjelaskan, kawanan monyet yang berjumlah 4 ekor itu datang menghampiri rumahnya sekira Jam 12.15.

“Kondisi seperti kelaparan, memakan buah-buahan milik warga yang ditanam dihalaman rumah,” ucap Deden.

Deden menjelaskan, monyet yang diduga berasal dari gunung Manglayang tersebut kurang lebih sejam setengah terus berpindah-pindah tempat dari satu rumah ke rumah lainnya di lingkungan sekitar rumahnya.

Sementara menurut Kadus Desa Sayang Febi mengatakan, kami juga sempat heran dengan kehadira sejumlah kera diwilayah kami tepatnya Dusun Neglasari RT 01 RW 02.

Monyet-monyet tersebut tidak lama berada dilokasi tersebut hanya lompat lompat di atas rumah rumah warga lagi pergi entah kemana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button