
FAJARNUSANTARA.COM -:Anggota DPRD Kabupaten Sumedang dari Partai Demokrat, Dede Mulyadi, menggelar kegiatan reses Masa Persidangan II di kediamannya di Dusun Cibogo, Desa Raharja, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Minggu, 15 Januari 2026. Kegiatan tersebut menjadi forum bagi wakil rakyat untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat sekaligus mempererat silaturahmi dengan konstituen melalui kegiatan tausiah dan buka puasa bersama.
Kegiatan reses yang digelar oleh Dede Mulyadi berlangsung di rumah kediamannya di Dusun Cibogo, Desa Raharja, Kecamatan Tanjungsari. Puluhan warga hadir dalam pertemuan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi kepada wakil rakyat mereka.
Meski diguyur hujan, antusiasme masyarakat tidak surut. Warga tetap datang dan mengikuti kegiatan hingga selesai. Selain dialog dan penyerapan aspirasi, kegiatan juga diisi dengan tausiah oleh seorang ustaz yang diundang khusus serta dilanjutkan dengan buka puasa bersama antara anggota dewan dan masyarakat.
Dede Mulyadi mengatakan kegiatan reses merupakan agenda penting bagi anggota legislatif untuk turun langsung ke masyarakat dan mendengarkan kebutuhan warga.
“Kegiatan reses ini adalah salah satu kegiatan di luar masa persidangan yang harus kami jalani guna menyerap apa saja yang menjadi aspirasi masyarakat,” kata Adi dalam keterangannya.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai aspirasi disampaikan warga, mulai dari sektor peternakan hingga persoalan irigasi yang dinilai masih membutuhkan perhatian pemerintah daerah.
“Banyak aspirasi yang disampaikan warga mulai dari terkait peternakan sampai irigasi, dan ini semoga bisa kita wujudkan pada tahun 2026,” ujarnya.
Dede Mulyadi juga menyoroti persoalan Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan yang menurutnya sudah beberapa tahun tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Untuk pokok pikiran atau pokir ini hampir beberapa tahun terakhir kami tidak memilikinya, padahal itu sudah diamanatkan dalam undang-undang. Hampir tujuh tahun ini tidak berdampak apa-apa karena tidak adanya pokir,” katanya.
Selain itu, ia menegaskan pihaknya juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur, terutama akses jalan di wilayah Desa Ciletil menuju Sadang. Ia juga sedang memperjuangkan pelebaran akses jalan menuju kawasan pacuan kuda di Tanjungsari.
“Untuk infrastruktur kami memprioritaskan jalan Desa Ciletil Sadang. Selain itu kami juga sedang memperjuangkan akses menuju pacuan kuda yang tadinya tiga meter menjadi enam meter lebarnya,” kata Dede Mulyadi
Menurut dia, upaya pelebaran jalan tersebut dilakukan secara bertahap melalui kerja sama dengan pihak pengembang perumahan di kawasan Tanjungsari.
Ia berharap aspirasi masyarakat yang dihimpun dalam kegiatan reses ini dapat menjadi bahan perjuangan di parlemen sehingga program pembangunan yang dibutuhkan warga bisa segera direalisasikan.**







